SEJARAH GEDUNG MUSEUM WAYANG
Gedung museum wayang pada awalnya merupakan gereja yang
di bangun pada tahun 1640 dengan nama “de oude holandsche kerk” sampai tahun
1732yang berfungsi sebagai tempat untuk peribadatan penduduk sipil dan tentara
bangsa belanda yang tinggal di Batavia .
Pada
tahun 1733 bangunan ini hancur akibat gempa bumi dan mengalami perbaikan lalu diganti nama
menjadi “de Nieuw holandsche kerk” , dan
berdiri terus sampai 1808.
di
halaman gereja ini sekarang menjadi ruangan taman terbuka museum wayang, di
dalamnya terdapat taman kecil dengan prasasti-prasastinya yang berjumlah 9 buah
yang menampilkan nama nama penjabat belanda yang pernah di makamkan di halaman
gereja tersebut, di antara prasati tersebut tertulis nama jan pieterszoon coen,
seorang gubernur jendral yang berhasil menguasai kota jayakarta pada tanggal 30
mei 1619 setelah kekuasai P. Jayakarta
Pada tahun 1938 seluruh bagian gedung ini di
sesuaikan dengan gaya rumah belanda pada zaman
kompeni. Lalu kebudayaan Indonesia membeli bangunan ini dan di sahkan kepada “sticting oud Batavia” dan
tanggal 22 desember 1939 dijadikan museum dengan nama “oude bataviasche
museum”.
Tahun
1957 diserahkan kepada lembaga kebudayaan Indonesia tanggal 17 september 1962
diberikan kepada department P dan K, kemudian diserkan kepada pemerintah DKI
tgl 23 juni 1968 untuk dijadikan museum wayang. dan tanggal 13 agustus 1975 di
resmikan oleh gubernur KDKI Jakarta Bp. H Ali sadikin , sejak 16 september 2003
mendapat perluasaan bangunan hibah dari Bapak Probosutedjo.
Sebagai
bangunan tua yang di hibahkan selanjutnya akan memiliki fungsi sesuai rencana
pengembangan gedung museum wayang serasi untuk kebutuhan sebuah museum dengan
mengoptimalkan ruang dan bangunan , baik
untuk pergelaran, peragaan, maupun pameran, dan lain-lain
Fasilitas :
·
Ruang
Pangelaran
·
Ruang
Master piece
·
Ruang
Kantor
·
Toilet
·
Ruang
Tata pamer
·
Perpustakaan
·
Mushola
VISI, MISI, dan
TUJUAN
Museum Wayang
Visi :
Menjadikan
museum wayang sebagai tempat wisata edukatif bertaraf international untuk semua
lapisan masyarakat
Misi
:
1.
Mengkomunikasikan koleksi wayang sebagai bukti kekayaan sejarah budaya
indonesia
2.
Memberikan informasi mengenai wayang dari seluruh daerah Indonesia dan luar
Negri
3.
Menyelenggarakan kegiatan edukatif dan rekreatof
4.
Memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi semua lapisan masayarakat
5.
Mmeberikan Pelayanan Prima bagi semua lapisan masayarakat
Tujuan
:
1.
Pendokumentasian seluruh informasi mengenai wayang Indonesia
2.
Pelestarian dan terpeliharanya budaya perwayangan Indonesia
3.
Upaya untuk mengembangkan potensi wayang mendatang
4.
Terwujud nuansa seni yang beragam
Setelah kami analisis Museum Wayang kami
melihat dari segi bagunan Penataan boneka-boneka
wayang di tata dengan rapih, lingkungannya bersih dan nyaman,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar