Priesca Metta

..WELCOME... SELAMAT MEMBACA ...

Selasa, 04 November 2014

museum wayang



SEJARAH GEDUNG MUSEUM WAYANG

Gedung museum wayang pada awalnya merupakan gereja yang di bangun pada tahun 1640 dengan nama “de oude holandsche kerk” sampai tahun 1732yang berfungsi sebagai tempat untuk peribadatan penduduk sipil dan tentara bangsa belanda yang tinggal di Batavia .

Pada tahun 1733 bangunan ini hancur akibat gempa bumi  dan mengalami perbaikan lalu diganti nama menjadi “de Nieuw holandsche kerk” ,  dan berdiri terus sampai 1808.
di halaman gereja ini sekarang menjadi ruangan taman terbuka museum wayang, di dalamnya terdapat taman kecil dengan prasasti-prasastinya yang berjumlah 9 buah yang menampilkan nama nama penjabat belanda yang pernah di makamkan di halaman gereja tersebut, di antara prasati tersebut tertulis nama jan pieterszoon coen, seorang gubernur jendral yang berhasil menguasai kota jayakarta pada tanggal 30 mei 1619 setelah kekuasai P. Jayakarta


Pada tahun 1938 seluruh bagian gedung ini di sesuaikan dengan gaya rumah belanda pada zaman  kompeni. Lalu kebudayaan Indonesia membeli bangunan ini  dan di sahkan kepada “sticting oud Batavia” dan tanggal 22 desember 1939 dijadikan museum dengan nama “oude bataviasche museum”.


Tahun 1957 diserahkan kepada lembaga kebudayaan Indonesia tanggal 17 september 1962 diberikan kepada department P dan K, kemudian diserkan kepada pemerintah DKI tgl 23 juni 1968 untuk dijadikan museum wayang. dan tanggal 13 agustus 1975 di resmikan oleh gubernur KDKI Jakarta Bp. H Ali sadikin , sejak 16 september 2003 mendapat perluasaan bangunan hibah dari Bapak Probosutedjo.
       Sebagai bangunan tua yang di hibahkan selanjutnya akan memiliki fungsi sesuai rencana pengembangan gedung museum wayang serasi untuk kebutuhan sebuah museum dengan mengoptimalkan  ruang dan bangunan , baik untuk pergelaran, peragaan, maupun pameran, dan lain-lain



Fasilitas :                                            
·         Ruang Pangelaran                         
·         Ruang Master piece
·         Ruang Kantor
·         Toilet
·         Ruang Tata pamer
·         Perpustakaan
·         Mushola

VISI, MISI, dan TUJUAN
Museum Wayang


Visi  :
Menjadikan museum wayang sebagai tempat wisata edukatif bertaraf international untuk semua lapisan masyarakat

Misi :
1. Mengkomunikasikan koleksi wayang sebagai bukti kekayaan sejarah budaya
    indonesia
2. Memberikan informasi mengenai wayang dari seluruh daerah Indonesia dan luar
    Negri
3. Menyelenggarakan kegiatan edukatif dan rekreatof
4. Memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi semua lapisan masayarakat
5. Mmeberikan Pelayanan Prima bagi semua lapisan masayarakat


Tujuan :

1. Pendokumentasian seluruh informasi mengenai wayang Indonesia
2. Pelestarian dan terpeliharanya budaya perwayangan Indonesia
3. Upaya untuk mengembangkan potensi wayang mendatang
4. Terwujud nuansa seni yang beragam
Setelah kami analisis Museum Wayang kami melihat dari segi bagunan  Penataan boneka-boneka wayang di tata dengan rapih, lingkungannya bersih dan nyaman,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar