Kemiskinan
Kemiskinan
adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan
untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung,
pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat
pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan
pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah
ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari
segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah
yang telah mapan,dll.
Faktor-faktor
penyebab terjadinya kemiskinan
1. Pengangguran
Semakin banyak
pengangguran, semakin banyak pula orang-orang miskin yang ada di sekitar.
Karena pengangguran atau orang yang menganggur tidak bisa mendapatkan
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal kebutuhan setiap manusia
itu semakin hari semakin bertambah. Selain itu pengangguran juga menimbulkan
dampak yang merugikan bagi masyarakat, yaitu pengangguran dapat menjadikan
orang biasa menjadi pencuri, perampok, dan pengemis yang akan meresahkan
masyarakat sekitar.
2. Tingkat
pendidikan yang rendah
Tidak adanya
keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasan yang lebih, masyarakat
tidak akan mampu memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik. Karena dengan
pendidikan masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana cara untuk
menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia.
Dengan belajar, orang
yang semula tidak bisa menjadi bisa, salah menjadi benar, dsb. Maka dengan
tingkat pendidikan yang rendah masyarakat akan dekat dengan kemiskinan.
3. Bencana
Alam
Banjir, tanah longsor,
gunung meletus, dan tsunami menyebabkan gagalnya panen para petani, sehingga
tidak ada bahan makanan untuk dikonsumsi dan dijual kepada penadah atau
koperasi. Kesulitan bahan makanan dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari tidak dapat terpenuhi.
Dampak Kemiskinan
Dampak kemiskinan begitu bervariasi karena kondisi dan
penyebab yang berbeda memunculkan akibat yang berbeda juga. Pengangguran
merupakan dampak dari kemiskinan, berhubung pendidikan dan keterampilan
merupakan hal yang sulit diraih masyarakat, maka masyarakat sulit untuk
berkembang dan mencari pekerjaan yang layak untuk memenuhi kebutuhan.
Dikarenakan sulit untuk bekerja, maka tidak adanya pendapatan membuat pemenuhan
kebutuhan sulit, kekurangan nutrisi dan kesehatan, dan tak dapat memenuhi
kebutuhan penting lainnya. Misalnya saja harga beras yang semakin meningkat,
orang yang pengangguran sulit untuk membeli beras, maka mereka makan seadanya.
Seorang pengangguran yang tak dapat memberikan makan kepada anaknya akan
menjadi dampak yang buruk bagi masa depan sehingga akan mendapat kesulitan
untuk waktu yang lama.
Kriminalitas merupakan dampak lain dari kemiskinan.
Kesulitan mencari nafkah mengakibatkan orang lupa diri sehingga mencari jalan
cepat tanpa memedulikan halal atau haramnya uang sebagai alat tukar guna
memenuhi kebutuhan. Misalnya saja perampokan, penodongan, pencurian, penipuan,
pembegalan, penjambretan dan masih banyak lagi contoh kriminalitas yang
bersumber dari kemiskinan. Mereka melakukan itu semua karena kondisi yang sulit
mencari penghasilan untuk keberlangsungan hidup dan lupa akan nilai-nilai yang
berhubungan dengan Tuhan. Di era global dan materialisme seperti sekarang ini
tak heran jika kriminalitas terjadi dimanapun.
Putusnya sekolah dan kesempatan pendidikan sudah pasti
merupakan dampak kemiskinan. Mahalnya biaya pendidikan menyebabkan rakyat
miskin putus sekolah karena tak lagi mampu membiayai sekolah. Putus sekolah dan
hilangnya kesempatan pendidikan akan menjadi penghambat rakyat miskin dalam
menambah keterampilan, menjangkau cita-cita dan mimpi mereka. Ini menyebabkan
kemiskinan yang dalam karena hilangnya kesempatan untuk bersaing dengan global
dan hilangnya kesempatan mendapatkan pekerjaan yang layak.
Kesehatan sulit untuk didapatkan karena kurangnya
pemenuhan gizi sehari-hari akibat kemiskinan membuat rakyat miskin sulit
menjaga kesehatannya. Belum lagi biaya pengobatan yang mahal di klinik atau rumah
sakit yang tidak dapat dijangkau masyarakat miskin. Ini menyebabkan gizi buruk
atau banyaknya penyakit yang menyebar.
Buruknya generasi penerus adalah dampak yang berbahaya
akibat kemiskinan. Jika anak-anak putus sekolah dan bekerja karena terpaksa, maka
akan ada gangguan pada anak-anak itu sendiri seperti gangguan pada perkembangan
mental, fisik dan cara berfikir mereka. Contohnya adalah anak-anak jalanan yang
tak mempunyai tempat tinggal, tidur dijalan, tidak sekolah, mengamen untuk
mencari makan dan lain sebagainya. Dampak kemiskinan pada generasi penerus
merupakan dampak yang panjang dan buruk karena anak-anak seharusnya mendapatkan
hak mereka untuk bahagia, mendapat pendidikan, mendapat nutrisi baik dan lain
sebagainya. Ini dapat menyebabkan mereka terjebak dalam kesulitan hingga dewasa
dan berdampak pada generasi penerusnya.
Pameran pekerjaan, begitu banyak pengangguran yang
mencari pekerjaan.
Ribuan orang mencari lapangan pekerjaan
Para tahanan.
Seorang kriminal dihajar masa.
Tahanan premanisme.
Curanmor.
Pencopetan.
Anak-anak putus sekolah dan mencari uang dijalan dengan
mengamen.
Semir sepatu, mencari uang.
Topeng monyet
Patutkah ia melakukan hal seperti ini?
Haruskah mereka berada disana?
Apakah sehat bila tinggal ditempat seperti ini?
Tempat yang tak layak tinggal, bantaran kali yang rawan
penyakit.
Tak sepantasnya mereka tinggal ditempat seperti ini yang
memengaruhi kesehatan.
Fakta
Mereka mencari jalan mereka sendiri.
Masa depan dipertanyakan.
Inikah calon pemimpin bangsa?
Cara
Mengatasi Kemiskinan
1. Pemerintah
harus menyediakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan, agar dapat membantu
masyarakat dalam memecahkan masalah kehidupan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari anggota keluarganya.
2. Jangan
menjadi pemalas! Selain pemerintah, masyarakat juga harus ikut andil dalam
mensejahterakan kehidupan. Apabila masih belum ada lowongan pekerjaan,
masyarakat bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, lebih bagus jika
lapangan pekerjaan buatan sendiri itu bisa menampung orang lain untuk menjadi
karyawan kita.
3. Bantuan
pendidikan dan kursus gratis dari pemerintah kepada masyarakat kurang mampu
agar dapat melanjutkan sekolahnya tanpa bingung soal biaya. Kursus menjahit,
memasak untuk ibu-ibu atau bapak-bapak, serta menyediakan fasilitasnya, seperti
mesin jahit dan peralatan memasak agar setelah selesai kursus, para bapak dan
ibu tersebut bisa langsung mempraktikkan keahliannya di lingkungan dimana
mereka tinggal.



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar