Priesca Metta

..WELCOME... SELAMAT MEMBACA ...

Selasa, 04 November 2014

Organisasi bisnis yang ada disekitar kita dilihat dari maksud dan tujuan bisnisnya

NAMA            : PRIESCA METTA SARI ALEXANDRA
NPM               : 28214513
KELAS           : 1EB36



Organisasi bisnis yang ada disekitar kita dilihat dari maksud dan tujuan bisnisnya


ABSTRAK
Penulisan yang berjudul “organisasi bisnis” ini membahas tentang sebuah organisasi bisnis, selain itu Tujuan dibuatnya penulisan  ini adalah untuk mengetahui dan memahami macam-macam organisasi bisnis di sekitar lingkungan kita.
                 Serta meningkatkan pengetahuan serta peluang dalam organisasi bisnis itu sendiri kepada masyarakat sekitar. Dan mengetahui tingkatan peluang bisnis yang di dapat.

Bab 1
PENDAHULUAN
Berbagai organisasi-organisasi tersebut memiliki karakteristik yang beraneka ragam yang dapat menghasilkan keuntungan dan kerugian masing-masing. Apabila kita ingin mendirikan suatu unit bisnis, maka kita akan memilih bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk mendapatkan tujuan dari unit bisnis atau organisasi tersebut.
Keragaman bentuk organisasi yang ada dapat dibedakan secara jelas ketika kita membandingkan toko kelontong, supermarket, konsultan hukum, atau perusahaan otomotif. Masing-masing unit bisnis atau organisasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Persero Aktif yaitu orang yang aktif menjalankan dan mengelola perusahaan termasuk bertanggung jawab secara penuh atas kekayaan pribadinya. Persero Pasif yaitu orang yang hanya bertanggung jawab sebatas uang yang disetor saja kedalam perusahaan tanpa melibatkan harta dan kekayaan peribadinya.
Co berarti bersama dan Operation berarti bekerja.
Jadi koperasi berarti bekerja sama, sehingga setiap bentuk yang bekerja sama selalu disebut dengan koperasi.
– Merupakan perkumpulan orang orang termasuk badan hukum yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama.
– Kerugian dan keuntungan ditanggung dan dinikmati bersama secara adil.
– Pengawasan dilakukan oleh anggota.
– Mempunyai sifat saling tolong menolong.
Tetapi, tak banyak orang-orang yang membuka bisnis tersebut mengetahui tentang sebuah organisasi serta struktur yang tepat untuk dipakai pada suatu organisasi bisnis serta peluang yang terdapat di dalamnya. Sehingga mereka tidak mengetahui tentang sebuah organisasi bisnis yang sedang mereka jalani. Maka dari itu di dalam penulisan ini akan kita bahas mengenai organisasi bisnis yang dapat di pakai pada suatu organisasi

 Bab II
Landasan Teori
Menurut Wikipedia, Bisnis berarti:
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Menurut Chester bernad:
Dalam miftah toha (2002:99) mendefinisikan organisasi sebagai sistemkegiatan yang terkoordinir secara sadar atau kekuatan dari dua manusia atau lebih.Sedangkan menurut Hasibuan berdasarkan pendekatan teori klasik (tradisional) (1996:165):
organisasi sangat memperhatikan pembagian kerja, spesialisasi dan standarisasi dalammendesain organisasi, sehingga yang dibentuk dapat efektif dan efisien untuk mencapai tujuan

Menurut Sondang siagian:
(1997:26) cenderung menelaah orgnisasi dari sudut pandang yang berbedayaitu organisasi ditelaah dengan pendekatan structural dan organisasi ditelaah dari sudutpandang keprilakuan. pendekatan yang sifatnya struktural menyoroti organisasi sebagaitempat atau wadah, hal ini berarti:
1.    Organisasi dipandang merupakan penggambaran jaringan hubungan kerja yang bersifat
formal 
2.    Organisasi dipandang sebagai rangkaian hierarki kedudukan yang menggambarkan
            secara jelas garis kewenangan dan tanggung jawab
3.    Organisasi dipandang sebagai alat pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnyadan strukturnya bersifat permanen tanpa menutup kemungkinan terjadinya reorganisasiapabila hal itu dipandang perlu baik demi percepatan laju usah pencapaian tujuan maupundalam usaha peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas kerja.



 Menurut ROSENZWEIGOrganisasi dapat dipandang sebagai : 
1.    Sistem sosial, yaitu orang-orang dalam kelompok
2.    Interegasi atau kesatuan dari aktivitas-aktivitas orang-orang yang bekerja sama 
3.    Orang-orang yang berorientasi atau berpedoman pada tujuan bersama

Menurut MATTHIAS AROEF:
            Suatu organisasi terjadi apabila sekelompok orang bekerja bersama sama untuk mencapai tujuannya

Menurut PFIFFNER dan SHERWOOD:
 Organisasi sebagai suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan,bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satudengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semulasecara sistematis
Menurut BAKKE:
            Organisasi merupakan sebuah sistem yang kontinue dari penggunaan, pemindahan aktivitas-aktivitasmanusia yang dibebankan dan dikoordinasikan, sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yangterdiri dari manusia, material, kapital, gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhanpemecahan persoalan

Menurut ALLEN:
 Organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja,mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan -hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerjasama secara efektif dalammenuju tujuan yang ditetapkan. Sebuah organisasi tidak akan bisa lepas dengan yang namanyastruktur organisasi. Karena struktur organisasi adalah cara suatu aktivitas organisasi dibagi, di organisir,dan dikoordinasikan.



BAB III
METODE PENELITIAN

Untuk memperoleh data untuk tugas ini penulis menggunakan metode kepepsutakaan dan searching di internet yaitu dengan membaca sumber-sember yang terkait dengan tugas ini.

BAB IV
PEMBAHASAN

1.    Pengertian Organisasi bisnis
Banyak kegiatan yang dilakukan dimasyarakat memerlukan pengelolaan yang efektif dan efisien. Pada dasarnya, organisasi yang mengelola kegiatan masyarakat dapat dibedakan menjadi organisasi profit (bisnis) dan organisasi non profit. Kegiatan non profit berorientasi pada tujuan sosial dan tidak mencari keuntungan secara finansial. Contoh organisasi non profit adalah LSM, LBH, dan sebagainya.

Kegiatan bisnis merupakan proses kegiatan oleh individu atau kelompok melalui proses penciptaan, pertukaran kebutuhan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan khususnya secara finansial. Organisasi bisnis merupakan suatu system yang terdiri berbagai subsistem yang terdiri dari input, proses, dan output. Organisasi bisnis juga tidak dapat dipisahkan dari sistem yang lebih besar yang berupa sistem ekonomi yang berkembang yang secara langsung ataupun tidak langsung berpengaruh terhadap organisasi bisnis.

Dalam organisasi bisnis terdapat stakeholder yaitu pihak – pihak yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan suatu organisasi. Stakeholder primer merupakan pihak pihak yang secara langsung dipengaruhi oleh kebijakan, ataupun aktivitas organisasi. Sedangkan stakeholder sekunder merupakan pihak – pihak yang tidak secara langsung terpengaruh kegiatan organisasi.


Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.

Jadi di dalam suatu perusahaan itu terdapat banyak jenis struktur yang membagi ke dalam beberapa bagian agar suatu perusahaan tersebut bisa berjalan dengan optimal. Seperti adanya Macam-Macam  Perusahaan, Bentuk Perusahaan juga Tipe Organisasi dari Perusahaan.
Ada berbagai Macam Bentuk Perusahaan :

1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
Ciri-ciri perusahaan perseorangan antara lain :
1.      Dimiliki perseorangan (individu atau perusahaan keluarga)
2.      Pengelolaannya sederhana
3.      Modalnya relative tidak terlalu besar
4.      Kelangsungan usahanya tergantung pada para pemiliknya
      5.   Nilai penjualannya dan nilai tambah yang diciptakan relative kecil

2. Firma (Fa)
Firma (Fa) adalah badan usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih dimana tiap- tiap anggota bertanggung jawab penuh atas perusahaan. Modal firma berasal dari anggota pendiri serta laba/ keuntungan dibagikan kepada anggota dengan perbandingan sesuai akta pendirian.
Ciri –ciri  firma antara lain :
1.      Anggota firma biasanya sudah saling mengenal dan saling mempercayai.
2.       Perjanjian firma dapat dilakukan di hadapan notaris maupun di bawah tangan.
3.      Memakai nama bersama dalam kegiatan usaha.
4.      Adanya tanggung jawab bersama

2.Perseroan Komanditer (CV)
Persekutuan Komanditer adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.
Bentuk Badan Usaha CV adalah bentuk perusahaan kedua setelah PT yang paling banyak digunakan para pelaku bisnis untuk menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Namun tidak semua bidang usaha dapat dijalankan Perseroan Komanditer (CV), hal ini mengingat adanya beberapa bidang usaha tertentu yang diatur secara khusus dan hanya dapat dilakukan oleh).
Perseroan Komanditer adalah bentuk perjanjian kerjasama berusaha bers ama antara 2 (dua) orang atau dengan AKTA OTENTIK sebagai AKTA PENDIRIAN yang dibuat dihadapan NOTARIS yang berwenang.
Para pendiri perseroan komanditer terdiri dari PESERO AKTIF dan PERSERO PASIF yang membedakan adalah tanggungjawabnya dalam perseroan.

4. Perseroan Terbatas  (PT)
Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze Vennootschap (NV), adalah suatu badan hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

5.Perusahaan Negara Umum (PERUM)
Perusahaan umum atau disingkat perum adalah perusahaan unit bisnis negara yang seluruh modal dan kepemilikan dikuasai oleh pemerintah dengan tujuan untuk memberikan penyediaan barang dan jasa publik yang baik demi melayani masyarakat umum serta mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengolahan perusahaan.
Organ Perum yaitu dewan pengawas, menteri dan direksi.Contoh perum / perusahaan umum yakni : Perum Peruri / PNRI (Percetakan Negara RI), Perum Perhutani, Perum Damri, Perum Pegadaian, dll.

6. Koperasi
Bagi masyarakat Indonesia koperasi sudah tidak asing lagi, karena kita sudah merasakan jasa Koperasi dalam rangka keluar dari kesulitan hutang lintah darat.  Secara harfiah Koperasi yang berasal dari bahasa Inggris yakni Coperation, terdiri dari dua suku kata :
Pengertian-pengertian pokok tentang Koperasi :

7. Yayasan
Yayasan adalah suatu badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan bersifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan, didirikan dengan memperhatikan persyaratan formal yang ditentukan dalam undang-undang. Di Indonesia, yayasan diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Rapat paripurna DPR pada tanggal 7 September 2004 menyetujui undang-undang ini, dan Presiden RI Megawati Soekarnoputri mengesahkannya pada tanggal 6 Oktober 2004.
Lalu setelah mencari Macam Bentuk Perusahaan, selanjutnya mengenai Tipe Organisasi Perusahaan :




Tipe Organisasi
Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namun dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.
           
Organisasi Formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).


Organisasi Informal Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
Demikian pembahasan mengenai Macam, Bentuk dan Tipe Organisasi Perusahaan, Terima Kasih.


Maksud dan Tujuan Bisnis

Bisnis tidak hanya bermaksud untuk memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen. Ada beberapa tujuan yang biasanya ingin dicapai suatu organisasi bisnis, yaitu:
q   Pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen
Contohnya produk sepeda motor untuk sarana transportasi yang mudah dan fleksibel
q   Keuntungan usaha
Semua organisasi bisnis menginginkan keuntungan secara finansial atas usah yang mereka lakukan.
q   Pertumbuhan dan perkembangan yang berkelanjutan
Contoh organisasi bisnis dengna tujuan ini adalah PT Perhutani yang melakukan Reboisasi dan penghijauan untuk kelestarian usaha dimasa datang
q   Mengatasi berbagai risiko
Contoh usaha ini adalah biro jasa keamanan, lembaga asuransi
q   Tanggung jawab sosial
Banyak usaha yang mulai peduli terhadap lingkungan sosial selain mengejar keuntungan. Contohnya produk mobil ramah lingkungan, produk plastik daur ulang. 


Kesimpulan :
Kegiatan bisnis merupakan proses kegiatan oleh individu atau kelompok melalui proses penciptaan, pertukaran kebutuhan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan khususnya secara finansial. Organisasi bisnis merupakan suatu system yang terdiri berbagai subsistem yang terdiri dari input, proses, dan output
Berdasarkan hasil pencarian macam-macam organisasi bisnis serta ciri, karakteristik dan kelemahan serta kekurangannya, dapat diketahui dalam dunia bisnis ada beberapa macam organisasi bisnis antara lain:
1.      Perusahaan Perseorangan
2.      Persekutuan Firma
3.      Perseroan Komanditer (CV)
4.      Perseroan Terbatas (PT)
5.      Koperasi
6.      Yayasan

Namun dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.
            Organisasi Formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya.
Organisasi Informal Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut


Daftar Pustaka:



            Rahardja, Prathama dan Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi) Edisi Ketiga
Pandji Anoraga SE, MM, (2007).

M.Fuad, dkk, 2005, Pengantar Bisnis, Edisi ketiga, Gramedia Pustaka Utama

Buchari Alma, Pengantar Bisnis, Alfabeta, Edisi Revisi, 2006


Tidak ada komentar:

Posting Komentar