NAMA :
PRIESCA METTA SARI ALEXANDRA
NPM : 28214513
KELAS : 1EB36
Organisasi bisnis yang ada disekitar
kita dilihat dari maksud dan tujuan bisnisnya
ABSTRAK
Penulisan yang
berjudul “organisasi bisnis” ini membahas tentang sebuah
organisasi bisnis, selain itu Tujuan dibuatnya penulisan ini adalah untuk mengetahui dan memahami
macam-macam organisasi bisnis di sekitar lingkungan kita.
Serta meningkatkan pengetahuan
serta peluang dalam organisasi bisnis itu sendiri kepada masyarakat sekitar.
Dan mengetahui tingkatan peluang bisnis yang di dapat.
Bab 1
PENDAHULUAN
Berbagai organisasi-organisasi tersebut memiliki karakteristik
yang beraneka ragam yang dapat menghasilkan keuntungan dan kerugian
masing-masing. Apabila kita ingin mendirikan suatu unit bisnis, maka kita akan
memilih bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk
mendapatkan tujuan dari unit bisnis atau organisasi tersebut.
Keragaman bentuk organisasi yang ada dapat dibedakan secara jelas ketika kita membandingkan toko kelontong, supermarket, konsultan hukum, atau perusahaan otomotif. Masing-masing unit bisnis atau organisasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Persero Aktif yaitu orang yang aktif menjalankan dan mengelola perusahaan termasuk bertanggung jawab secara penuh atas kekayaan pribadinya. Persero Pasif yaitu orang yang hanya bertanggung jawab sebatas uang yang disetor saja kedalam perusahaan tanpa melibatkan harta dan kekayaan peribadinya.
Co berarti bersama dan Operation berarti bekerja.
Jadi koperasi berarti bekerja sama, sehingga setiap bentuk yang bekerja sama selalu disebut dengan koperasi.
– Merupakan perkumpulan orang orang termasuk badan hukum yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama.
– Kerugian dan keuntungan ditanggung dan dinikmati bersama secara adil.
– Pengawasan dilakukan oleh anggota.
– Mempunyai sifat saling tolong menolong.
Keragaman bentuk organisasi yang ada dapat dibedakan secara jelas ketika kita membandingkan toko kelontong, supermarket, konsultan hukum, atau perusahaan otomotif. Masing-masing unit bisnis atau organisasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Persero Aktif yaitu orang yang aktif menjalankan dan mengelola perusahaan termasuk bertanggung jawab secara penuh atas kekayaan pribadinya. Persero Pasif yaitu orang yang hanya bertanggung jawab sebatas uang yang disetor saja kedalam perusahaan tanpa melibatkan harta dan kekayaan peribadinya.
Co berarti bersama dan Operation berarti bekerja.
Jadi koperasi berarti bekerja sama, sehingga setiap bentuk yang bekerja sama selalu disebut dengan koperasi.
– Merupakan perkumpulan orang orang termasuk badan hukum yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama.
– Kerugian dan keuntungan ditanggung dan dinikmati bersama secara adil.
– Pengawasan dilakukan oleh anggota.
– Mempunyai sifat saling tolong menolong.
Tetapi, tak banyak orang-orang yang membuka bisnis tersebut mengetahui
tentang sebuah organisasi serta struktur yang tepat untuk dipakai pada suatu
organisasi bisnis serta peluang yang terdapat di dalamnya. Sehingga mereka
tidak mengetahui tentang sebuah organisasi bisnis yang sedang mereka jalani.
Maka dari itu di dalam penulisan ini akan kita bahas mengenai organisasi bisnis
yang dapat di pakai pada suatu organisasi
Bab II
Landasan Teori
Menurut Wikipedia, Bisnis berarti:
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah
suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau
bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas,
ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan
yang mendatangkan keuntungan.
Menurut
Chester bernad:
Dalam
miftah toha (2002:99) mendefinisikan organisasi sebagai sistemkegiatan yang
terkoordinir secara sadar atau kekuatan dari dua manusia atau lebih.Sedangkan
menurut Hasibuan berdasarkan pendekatan teori klasik (tradisional) (1996:165):
organisasi sangat memperhatikan
pembagian kerja, spesialisasi dan standarisasi dalammendesain organisasi,
sehingga yang dibentuk dapat efektif dan efisien untuk mencapai tujuan
Menurut Sondang siagian:
(1997:26) cenderung menelaah orgnisasi
dari sudut pandang yang berbedayaitu organisasi ditelaah dengan
pendekatan structural dan organisasi ditelaah dari sudutpandang
keprilakuan. pendekatan yang sifatnya struktural menyoroti organisasi
sebagaitempat atau wadah, hal ini berarti:
1. Organisasi dipandang merupakan
penggambaran jaringan hubungan kerja yang bersifat
formal
2. Organisasi dipandang sebagai rangkaian
hierarki kedudukan yang menggambarkan
secara jelas
garis kewenangan dan tanggung jawab
3.
Organisasi
dipandang sebagai alat pencapaian tujuan yang telah ditentukan
sebelumnyadan strukturnya bersifat permanen tanpa menutup kemungkinan
terjadinya reorganisasiapabila hal itu dipandang perlu baik
demi percepatan laju usah pencapaian tujuan maupundalam usaha peningkatan
efisiensi, efektivitas dan produktivitas kerja.
Menurut
ROSENZWEIGOrganisasi dapat dipandang sebagai :
1. Sistem sosial, yaitu orang-orang dalam
kelompok
2. Interegasi atau kesatuan dari
aktivitas-aktivitas orang-orang yang bekerja sama
3. Orang-orang yang berorientasi atau
berpedoman pada tujuan bersama
Menurut
MATTHIAS AROEF:
Suatu organisasi terjadi apabila
sekelompok orang bekerja bersama sama untuk mencapai tujuannya
Menurut
PFIFFNER dan SHERWOOD:
Organisasi sebagai
suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling
berhubungan,bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang
bersifat kompleks, berhubungan satudengan yang lainnya secara sadar, menetapkan
dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semulasecara sistematis
Menurut
BAKKE:
Organisasi
merupakan sebuah sistem yang kontinue dari penggunaan, pemindahan
aktivitas-aktivitasmanusia yang dibebankan dan dikoordinasikan, sehingga
membentuk suatu kumpulan tertentu yangterdiri dari manusia, material, kapital,
gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhanpemecahan persoalan
Menurut ALLEN:
Organisasi adalah
suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan
kerja,mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan
menetapkan hubungan -hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang
bekerjasama secara efektif dalammenuju tujuan yang ditetapkan. Sebuah
organisasi tidak akan bisa lepas dengan yang namanyastruktur organisasi. Karena
struktur organisasi adalah cara suatu aktivitas organisasi dibagi, di
organisir,dan dikoordinasikan.
BAB III
METODE PENELITIAN
Untuk
memperoleh data untuk tugas ini penulis menggunakan metode kepepsutakaan dan
searching di internet yaitu dengan membaca sumber-sember yang terkait dengan
tugas ini.
BAB IV
PEMBAHASAN
1. Pengertian Organisasi bisnis
Banyak
kegiatan yang dilakukan dimasyarakat memerlukan pengelolaan yang efektif dan
efisien. Pada dasarnya, organisasi yang mengelola kegiatan masyarakat dapat
dibedakan menjadi organisasi profit (bisnis) dan organisasi non profit.
Kegiatan non profit berorientasi pada tujuan sosial dan tidak
mencari keuntungan secara finansial. Contoh organisasi non profit
adalah LSM, LBH, dan sebagainya.
Kegiatan
bisnis merupakan proses kegiatan oleh individu atau kelompok melalui proses
penciptaan, pertukaran kebutuhan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan
khususnya secara finansial. Organisasi bisnis merupakan suatu system yang
terdiri berbagai subsistem yang terdiri dari input, proses, dan output.
Organisasi bisnis juga tidak dapat dipisahkan dari sistem yang lebih besar yang
berupa sistem ekonomi yang berkembang yang secara langsung ataupun tidak langsung
berpengaruh terhadap organisasi bisnis.
Dalam
organisasi bisnis terdapat stakeholder yaitu pihak – pihak yang secara
langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan suatu organisasi. Stakeholder
primer merupakan pihak – pihak yang secara langsung dipengaruhi
oleh kebijakan, ataupun aktivitas organisasi. Sedangkan stakeholder
sekunder merupakan pihak – pihak yang tidak secara langsung terpengaruh
kegiatan organisasi.
Perusahaan adalah tempat terjadinya
kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap
perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi
perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan
usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan
tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.
Jadi di dalam suatu perusahaan itu terdapat banyak jenis
struktur yang membagi ke dalam beberapa bagian agar suatu perusahaan tersebut
bisa berjalan dengan optimal. Seperti adanya Macam-Macam Perusahaan,
Bentuk Perusahaan juga Tipe Organisasi dari Perusahaan.
Ada berbagai Macam Bentuk Perusahaan :
1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang
kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan
memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila
bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian
itu.
Ciri-ciri perusahaan perseorangan antara lain :
1.
Dimiliki
perseorangan (individu atau perusahaan keluarga)
2.
Pengelolaannya
sederhana
3.
Modalnya
relative tidak terlalu besar
4.
Kelangsungan
usahanya tergantung pada para pemiliknya
5. Nilai penjualannya dan nilai tambah yang diciptakan
relative kecil
2. Firma (Fa)
Firma (Fa) adalah badan usaha yang didirikan oleh 2 orang
atau lebih dimana tiap- tiap anggota bertanggung jawab penuh atas perusahaan.
Modal firma berasal dari anggota pendiri serta laba/ keuntungan dibagikan
kepada anggota dengan perbandingan sesuai akta pendirian.
Ciri –ciri firma antara lain :
1.
Anggota
firma biasanya sudah saling mengenal dan saling mempercayai.
2.
Perjanjian
firma dapat dilakukan di hadapan notaris maupun di bawah tangan.
3.
Memakai
nama bersama dalam kegiatan usaha.
4. Adanya tanggung jawab bersama
2.Perseroan Komanditer (CV)
Persekutuan
Komanditer adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau
beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang
atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai
pemimpin.
Bentuk Badan Usaha CV adalah bentuk
perusahaan kedua setelah PT yang paling banyak digunakan para pelaku bisnis
untuk menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Namun tidak semua bidang
usaha dapat dijalankan Perseroan Komanditer (CV), hal ini mengingat adanya
beberapa bidang usaha tertentu yang diatur secara khusus dan hanya dapat
dilakukan oleh).
Perseroan Komanditer
adalah bentuk perjanjian kerjasama berusaha bers ama antara 2 (dua) orang atau
dengan AKTA OTENTIK sebagai AKTA PENDIRIAN yang dibuat dihadapan NOTARIS yang
berwenang.
Para pendiri perseroan komanditer
terdiri dari PESERO AKTIF dan PERSERO PASIF yang membedakan adalah
tanggungjawabnya dalam perseroan.
4. Perseroan Terbatas
(PT)
Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze
Vennootschap (NV), adalah suatu badan hukum untuk
menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang
pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya
terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan
perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.
5.Perusahaan Negara Umum (PERUM)
Perusahaan umum atau disingkat perum adalah perusahaan
unit bisnis negara yang seluruh modal dan kepemilikan dikuasai oleh pemerintah
dengan tujuan untuk memberikan penyediaan barang dan jasa publik yang baik demi
melayani masyarakat umum serta mengejar keuntungan berdasarkan prinsip
pengolahan perusahaan.
Organ Perum yaitu dewan pengawas, menteri dan
direksi.Contoh perum / perusahaan umum yakni : Perum Peruri / PNRI (Percetakan Negara
RI), Perum Perhutani, Perum Damri, Perum Pegadaian, dll.
6. Koperasi
Bagi masyarakat
Indonesia koperasi sudah tidak asing lagi, karena kita sudah merasakan jasa
Koperasi dalam rangka keluar dari kesulitan hutang lintah darat. Secara
harfiah Koperasi yang berasal dari bahasa Inggris yakni Coperation, terdiri
dari dua suku kata :
Pengertian-pengertian
pokok tentang Koperasi :
7. Yayasan
Yayasan adalah suatu badan hukum yang mempunyai maksud
dan tujuan bersifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan, didirikan dengan
memperhatikan persyaratan formal yang ditentukan dalam undang-undang. Di
Indonesia, yayasan diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Rapat
paripurna DPR pada tanggal 7 September 2004 menyetujui undang-undang
ini, dan Presiden RI Megawati Soekarnoputri mengesahkannya pada
tanggal 6 Oktober 2004.
Lalu setelah mencari Macam Bentuk Perusahaan, selanjutnya
mengenai Tipe Organisasi Perusahaan :
Tipe Organisasi
Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut
tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namun dalam
kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.
Organisasi Formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang
menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan
tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk
saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan
tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran
organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan,
pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan
terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat
bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak
fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan
pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).
Organisasi Informal Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal
dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk
menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat
eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak
terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti
makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi
formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan
terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan
organisasi sekunder menurut Hicks:
Demikian pembahasan mengenai Macam, Bentuk dan Tipe
Organisasi Perusahaan, Terima Kasih.
Maksud dan Tujuan Bisnis
Bisnis tidak hanya bermaksud untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat konsumen. Ada beberapa tujuan yang biasanya ingin dicapai
suatu organisasi bisnis, yaitu:
q Pemenuhan kebutuhan dan keinginan
konsumen
Contohnya
produk sepeda motor untuk sarana transportasi yang mudah dan fleksibel
q Keuntungan usaha
Semua
organisasi bisnis menginginkan keuntungan secara finansial atas usah yang
mereka lakukan.
q Pertumbuhan dan perkembangan yang
berkelanjutan
Contoh
organisasi bisnis dengna tujuan ini adalah PT Perhutani yang melakukan
Reboisasi dan penghijauan untuk kelestarian usaha dimasa datang
q Mengatasi berbagai risiko
Contoh
usaha ini adalah biro jasa keamanan, lembaga asuransi
q Tanggung jawab sosial
Banyak
usaha yang mulai peduli terhadap lingkungan sosial selain mengejar keuntungan.
Contohnya produk mobil ramah lingkungan, produk plastik daur ulang.
Kesimpulan
:
Kegiatan bisnis merupakan
proses kegiatan oleh individu atau kelompok melalui proses penciptaan,
pertukaran kebutuhan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan khususnya secara
finansial. Organisasi bisnis merupakan suatu system yang terdiri berbagai
subsistem yang terdiri dari input, proses, dan output
Berdasarkan hasil
pencarian macam-macam organisasi bisnis serta ciri, karakteristik dan kelemahan
serta kekurangannya, dapat diketahui dalam dunia bisnis ada beberapa macam
organisasi bisnis antara lain:
1.
Perusahaan Perseorangan
2.
Persekutuan Firma
3.
Perseroan Komanditer (CV)
4.
Perseroan Terbatas (PT)
5.
Koperasi
6.
Yayasan
Namun dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi
formal maupun informal yang sempurna.
Organisasi Formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang
menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan
tanggung jawabnya.
Organisasi Informal Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal
dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk
menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut
Daftar Pustaka:
Rahardja, Prathama dan
Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi)
Edisi Ketiga
Pandji Anoraga SE, MM, (2007).
M.Fuad, dkk, 2005, Pengantar Bisnis, Edisi ketiga, Gramedia
Pustaka Utama
Buchari Alma, Pengantar Bisnis, Alfabeta, Edisi Revisi, 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar