Priesca Metta

..WELCOME... SELAMAT MEMBACA ...

Selasa, 30 Desember 2014

Manajemen sumber daya manusia PT Kalbe Farma,Tbk

NAMA        : PRIESCA METTA SARI ALEXANDRA
NPM           : 28214513
KELAS       : 1EB36
Tugas          : Pengantar bisnis (softkill)


Manajemen sumber daya manusia PT Kalbe Farma,Tbk
Abstrak
Makalah ini berjudul tentang “manajemen sumber daya manusia” ini membahas bagaimana manajemen sumber daya manusia pada sebuah perusahaan. Dibuatnya makalah ini, dilatar belakangi masih banyak yang belum tahu bagaimana sebuah perusahaan mengendalikan sumber daya manusia.
            Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara sebuah perusahaan memanajemenkan sumber daya manusia

BAB 1
Pendahuluan

Di dalam makalah ini kita akan membahas tentang PT Kalbe farma,Tbk memanajemenkan sumber daya alam manusia terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia, pemanfaatan Sumber daya manusia, efektivitas Sumber daya Manusia serta kompensasi Sumber Daya Manusia yang diberikan oleh perusahaan .

Sumber Daya Manusia (SDM) dalam konteks bisnis, adalah orang yang bekerja dalam suatu organisasi yang sering pula disebut karyawan. Sumber Daya Manusia merupakan aset yang paling berharga dalam perusahaan, tanpa manusia maka sumber daya perusahaan tidak akan dapat mengahasilkan laba atau menambah nilainya sendiri.

Manajemen Sumber Daya Manusia didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia, bukan mesin, dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Manajemen Sumber Daya Manusia berkaitan dengan kebijakan dan praktek praktek yang perlu dilaksanakan oleh manajer, mengenai aspek-aspek Sumber Daya Manusia dari Manajemen Kerja.

  
BAB II
Landasan Teori

Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. 

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut Hadari Nawawi, mengemukakan bahwa MSDM adalah : “Proses mendayagunakan manusia sebagai tenaga kerja secara manusiawi agar potensi fisik dan psikis yang dimiliki berfungsi maksimal bagi tercapainya tujuan perusahaan”.

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut Henry Simamora, MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja. MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan dan hubungan perburuhan yang mulus

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut Sastrohadiwiryo, menggunakan istilah manajemen tenaga kerja sebagai pengganti manajemen sumber daya manusia. Menurutnya, manajemen tenaga kerja merupakan pendayagunaan, pembinaan, pengaturan, pengurusan, pengembangan unsur tenaga kerja, baik yang berstatus sebagai buruh, karyawan, maupun pegawai dengan segala kegiatannya dalam usaha mencapai hasil guna dan daya guna yang sebesar-besarnya, sesuai dengan harapan usaha perorangan, badan usaha, perusahaan, lembaga, maupun instansi.


Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut Marwansyah, manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai pendayagunaan sumber daya manusia di dalam organisasi, yang dilakukan melalui fungsi-fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia, perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja, dan hubungan industrial.


BAB III
METODE PENELITIAN

Untuk memperoleh data untuk tugas ini penulis menggunakan metode kepepsutakaan dan searching di internet yaitu dengan membaca sumber-sember yang terkait dengan tugas ini.

Bab IV
Pembahasan

1.               Pengertian sumber Daya Manusia
Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi.  Tujuannya adalah memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, studi tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas)
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.  Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department.


2. Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia
    a.     Tujuan Sosial
Tujuan sosial manajemen sumber daya manusia adalah agar organisasi atau perusahaan bertanggungjawab secara sosial dan etis terhadap keutuhan dan tantangan masyarakat dengan meminimalkan dampak negatifnya.
    b.     Tujuan Organisasional
Tujuan organisasional adalah sasaran formal yang dibuat untuk membantu organisasi mencapai tujuannya.
    c.     Tujuan Fungsional
Tujuan fungsional adalah tujuan untuk mempertahankan kontribusi departemen sumber daya manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
    d.     Tujuan Individual
Tujuan individual adalah tujuan pribadi dari tiap anggota organisasi atau perusahaan yang hendak mencapai melalui aktivitasnya dalam organisasi.

3.Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

1.       Perencanaan Tenaga Kerja
Perencanaan tenaga kerja merupakan operasi dari manajemen  sumber daya manusia. Dengan perencanaan tenaga kerja dimaksudkan ada upaya untuk  merencanakan jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat untuk memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan guna mencapai tujuan organisasi ini. Fungsi ini mulai Analisis pekerjaan, rekrutmen, penempatan sampai pada orientasi pekerjaan. Kegiatan rekrutmen atau penarikan sumber daya manusia bertujuan agar organisasi dapat memperoleh sumber daya manusia sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. Aplikasi kegiatan ini adalah dengan adanya seleksi yang dilakukan untuk dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja. Apabila sudah memenuhi syarat, maka tenaga kerja tersebut dapat ditempatkan sesuai dengan keahliannya masing-masing.

  



 2.      Pengembangan Tenaga Kerja
Pengembangan tenaga kerja merupakan suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan–peningkatan kualitas tenaga kerja sehingga dapat mengurangi ketergantungan organisasi untuk menarik karyawan baru. Adapun tujuan pengembangan Sumber Daya Manusia diarahkan untuk merubah Sumber Daya Manusia yang potensial tersebut menjadi tenaga kerja yang produktif, serta mampu dan terampil sehingga menjadi efektif dan efisien dalam mencapai  tujuan organisasi. Pengembangan tenaga kerja dapat dilakukan dengan mengadakan pendidikan dan latihan yang rutin, promosi dan mutasi. Pendidikan dan latihan dilakukan agar tenaga kerja dapat selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Promosi dapat digunakan untuk cara pengembangan tenaga kerja, karena promosi merupakan perpindahan karyawan ke jenjang yang lebih tinggi. Sementara mutasi adalah perpindahan karyawan dari satu unit ke unit yang lain tanpa merubah jenjang yang ada. Adanya mutasi ini diharapkan karyawan mempunyai multi skill. Adanya pengembangan tenaga kerja, baik melalui pendidikan dan latihan, promosi maupun mutasi akan dapat memotivasi karyawan untuk mempunyai kinerja yang baik sehingga dalam penilaian prestasi kerja dapat maksimal.
3.      Penilaian Prestasi Kerja
Penilaian prestasi kerja merupakan salah satu aspek yang penting dalam pengelolaan sumber daya manusia. Dengan adanya penilaian prestasi kerja, maka dapat diketahui karyawan yang mempunyai prestasi kerja yang baik maupun yang kurang. Hal ini akan berdampak pada pemberian kompensasi.

4.      Pemberian Kompensasi
    Fungsi pemberian kompensasi meliputi kegiatan pemberian balas jasa kepada. Kompensasi ini dapat berupa finansial maupun non finansial. Kegiatan disini meliputi penentuan sistem kompensasi yang mampu mendorong prestasi karyawan, dan juga menentukan besarnya kompensasi yang akan diterima oleh masing–masing pekerja secara adil.



5.      Pemeliharaan Tenaga Kerja
Di dalam pemeliharaan tenaga kerja ada pelaksanaan aspek ekonomis dan non ekonomis yang diharapkan dapat memberikan ketenangan kerja dan konsentrasi penuh bagi pekerja guna menghasilkan prestasi kerja yang di harapkan oleh organisasi. Aspek ekonomis berhubungan dengan pemberian kompensasi yang berupa gaji dan bonus yang sebanding dengan hasil kerjanya. Aspek nonekonomis berupa  adanya jaminan kesehatan, kesejahteraan dan keamanan serta kenyamanan dalam bekerja. Adanya kegiatan pemeliharaan tenaga kerja yang memadai akan memperkecil adanya konflik antara tenaga kerja dengan pemberi kerja. Dalam pemeliharaan sumber daya manusia ada beberapa yang perlu dikaji antara lain tentang kepuasan kerja karyawan, pengelolaan konflik, motivasi karyawan dan komunikasi yang terjadi dalam organisasi.

6.      Pemberhentian
Pemberhentian adalah fungsi operatif terakhir manajemen sumber daya manusia. Fungsi pemberhentian harus mendapat perhatian yang serius dari manajer SDM karena telah diatur oleh undang-undang dan mengikat bagi perusahaan maupun karyawan. Istilah pemberhentian atau separation, pemisahan adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari organisasi (perusahaan) yang disebabkan oleh keinginan karyawan, keinginan organisasi, pensiun, aatau sebab-sebab lain yang diatur oleh undang-undang.


Manajemen sumber daya manusia PT Kalbe Farma,Tbk

Kalbe Farma memiliki lima nilai budaya yang disebut sebagai Panca Sradha Kalbe. Nilai – nilai tersebut adalah:
1.      kepercayaan adalah perekat hubungan.
2.      Kesadaran penuh adalah dasar setiap tindakan.
3.      Inovasi adalah kunci keerhasilan.
4.      Bertekad menjadi yang terbaik
5.      Saling keterkaitan adalah panduan hidup.

 Kalbe Farma mempunyai struktur tata kelola yang sesuai dengan UU No.40 tahun 2007 yang terdiri dari Rapat Umum Pemegang  Saham(RUPS), Direksi, Dewan Komisaris dan 5 komite yang memiliki fungsi masing – masing untuk membantu Dewan Komisaris dalam menjalankankan tugasnya yaitu komite Audit, Nominasi, Remunisasi, Risiko Usaha, dan GCG. Kalbe memiliki 3 divisi dalam struktur grupnya, yaitu divisi farmasi, nutrisi dan divisi distribusi dan penjualan
Produk yang dihasilkan Kalbe berupa produk farmasi dan jasa kesehatan. Dalam pendistribusian Kalbe memiliki divisi Distribusi dan Logistik yang memiliki jaringan yang luas dan berfungsi untuk menjamin ketersediaan produk Kalbe diseluruh Indonesia.  Dalam promosi  kalbe selalu berpegang teguh pada prinsip differentiation (Universitas Indonesia). Promosi yang dilakukan Kalbe berupa promo dari produk yang dijual.
Dalam manajemen operasional, Kalbe selalu melakukan aktifitas produksi manufakturing untuk memuaskan konsumen. Proses transportasi manajemen operasinal kalbe berupa Input dan output. Perencanakan produk Kalbe selalu berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan lingkungan.


Dalam mendesain proses operasional, Kalbe melakukan standarisasi mulai dari proses pemilihan dan sistem penyimpanan bahan – bahan dasar, proses manufacturing, pergudangan (werehousing), distribusi dan pemsaran, sampai pada tahap layanan konsumen. Kalbe juga mengembangkan produk – produk yang diinginkan mulai dari konsumen bayi hingga orang dewasa.
            Perencanakan kapasitas produk berkualitas Kalbe menggunakan fasilitas teknologi tinggi dan juga Kalbe sudah siap meyelesaikan pembangunan pabrik obat generik dalam menunjang kapsitas produk.
Untuk memotivasikan karyawannya untuk terus berinovasi, Kalbe memiliki divisi SDM yang menerapkan sistem SDM yang selaras dengan strategi perseroan, serta senantiasa meningkatkan kemampuan untuk merekrut, mempertahankan dan mengembangkan karyawan.Kalbe Farma dalam merekrut karyawannya meminta bantuan dari perusahaan outsourcing. Dalam mengembangkan tenaga kerja diperlukan orientasi yang maksudnya membiasakan karyawan baru dengan rekan sekerja, prosedur perusahaan dan sifat fisik dari perusahaan  serta pengembangan pelatihan untuk menambah keterampilan dan pengetahuan manajer dan profesi. Kalbe memiliki sistem agar karyawannya bisa menyalurkan ide – ide mereka. Penampungan inovasi karyawan dilakukan secara berjenjan  dari tempat kerja (bagian) diperlombakan hingga level grup perusahaan. Pada level tinggi, acara lomba disaksikan oleh Dewan direksi. Bagi karyawan yang rajin menyampaikan ide – ide kreatif akan mendapatkan penilaian yang lebih tinggi oleh Kalbe dibandingkan karyawan yang jarang menyampaikan ide. Produk berbasis inovasi dalam lingkup perusahaan Kalbe pada saat ini mencapai dua persen dari total penjualan.
Dalam laporan keuangan, kalbe memiliki unit audit internal yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Direktur  untuk melaksanakan fungsi audit terhadap kegiatan operasional dan pelaporan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan.

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akunutansi Keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar. Rasio dan instrumen yang dipergunakan dalam analisis laporan keuangan perusahaan meliputi :
1.       Rasio keuntungan (profitability ratio)
2.       Batas Keuntungan ( profit margin)
3.       Return to Asset
4.       Return to Equity
5.       Asset Utilazition Ratios
6.       Perputaran total aktiva
7.       Perputaran Piutang Usaha
8.       Perputaran Persediaan
9.       Liquidity Ratios
10.   Rasio Lancar
11.   Rasio cepat ( ratio acid-test)
12.   Debt Utilazition Ratios
13.   Rasio Utang terhadap Aset ( Debt to total Aset Ratio)
14.   Rasio Laba Terhadap Beban Bunga ( Times Interest Earned Ratio)
15.   Per Share Data








KESIMPULAN

Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber  daya manusia dalam organisasi.  Tujuannya adalah memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan

Daftar Pusaka
Ferrell, Hirt & Ferrell (2011). Business A Changing World Eight Edition. Singapore: McGraw-Hill Companies, Inc.
http://thesis.binus.ac.id/Doc/Bab3/2011-2-00434-mc%203.pdf
http://executive.kontan.co.id/news/kami-ingin-jadi-perusahaan-layanan-kesehatan-terbaik/2012/04/03
http://id.kalbe.co.id/News/MediaClipping/tabid/417/articleType/ArticleView/articleId/1931/PT-Kalbe-Farma-Tbk-menerima-penghargaan-ASEAN-Business-Award-2011.aspx
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/11/23/lv4dh2-kalbe-farma-akan-tingkatkan-riset-dan-pengembangan
http://jharismoyo.wordpress.com/tag/farma/


http://202.59.162.82/primer/pemasaran/strategi/details.php?cid=1&id=8448&pageNum=3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar