Priesca Metta

..WELCOME... SELAMAT MEMBACA ...

Jumat, 05 Desember 2014

Pengertian Seni Rupa Pointilisme

Pointilisme adalah gerakan seni rupa yang tampak melukis dengan susunan titik-titik. Pemilihan titik ini akibat pengaruh cahaya yang dalam praktiknya cahaya tersebut memancar dengan lembut. Karena itu, pemilihan warnanya bersifat sekunder.

Tokoh utama aliran ini adalah George Seurat, Paul Signac
Georges-Pierre Seurat, merupakan pelukis yang dikenal menggunakan teknik kumpulan titik (dot) untuk membentuk gambaran suatu objek.Seurat merupakan salah satu pelukis paling dikenal dari aliran Neo-impresionisme.Neo-impresionis merupakan sekelompok pelukis yang tertarik pada penerapan prinsip-prinsip ilmiah pada seni.Mereka berpikir bahwa presisi ilmiah dan aturan khusus akan meningkatkan kualitas seni tanpa harus membunuh spontanitas. Para pelukis ini menghabiskan banyak waktu untuk membuat satu lukisan besar menggunakan teknik pointillisme dan divisionisme.
Awal Hidup
Georges-Pierre Seurat lahir pada tanggal 2 Desember 1859 di Paris.Orang tuanya sangat kaya dan menyokong minat Seurat pada seni dengan memberikan dukungan finansial.Ayahnya, Antoine-Chrisostome, merupakan seorang penyendiri sehingga tidak banyak menghabiskan waktu dengan keluarganya sendiri.Seurat dan saudara-saudaranya terutama dibesarkan oleh ibunya, Faivre Ernestine.Kepribadian Seurat cenderung pendiam dan tertutup sehingga teman dekatnya tidak banyak tahu tentang kehidupan pribadinya dan metode kerjanya.


Belajat Seni
Setelah mendapatkan pengajaran privat dari pematung Justin Lequien, Seurat mendaftar di Ecole des Beaux-Arts pada tahun 1878.Dia hanya belajar dua tahun untuk kemudian menjalani wajib militer selama setahun di pelabuhan Brest di Brittany. Meskipun nampak santun, Seurat memiliki karakter keras dan disiplin sehingga kehidupan militer tampaknya tidak terlalu mengganggunya. Selesai menjalani wajib militer, Seurat kembali ke Paris dengan membawa ide-ide artistik yang berbeda dari ajaran tradisional Ecole des Beaux-Arts.
Pada awalnya, dia berbagi sebuah studio bersama dengan beberapa teman namun kemudian bisa memperoleh studio sendiri untuk mengembangkan tekniknya. Seurat dikenal memiliki dedikasi besar dan rela menghabiskan dua tahun untuk memperdalam teknik warna hitam dan putih. Kesabaran seperti itulah yang kelak diperlukannya saat menekuni pointilisme. Presisi ilmiah dan metode logis memberikan daya tarik bagi Seurat. Semua lukisannya dipetakan dengan hati-hati sebelumnya. Sebelum mengerjakan karya sesungguhnya, dia membuat banyak sketsa yang kemudian digunakan sebagai rujukan. Ide di balik menggunakan titik-titik kontras warna primer dalam lukisannya adalah untuk mempertahankan kemurnian dan kejernihan warna sehingga menghasilkan perpaduan sempurna di mata penonton.

Sejarah Pointilisme dan Divisionisme
Pada tahun 1880-an, Seurat adalah salah satu pelopor pointilisme.
Paul Signac adalah seorang pelopor lainnya. Seniman terkemuka lain yang menggunakan teknik serupa termasuk Vincent van Gogh, Henri-Edmond Cross, John Roy, dan Henri Delavallee.
Pointilisme pertama kali disebut ‘divisionisme’. ‘Pointilisme’ merupakan nama yang diberikan kemudian yang dimaksudkan untuk mengejek gaya tersebut.
Saat ini, pointilisme merupakan aliran yang diterima luas dan tidak lagi memiliki konotasi negatif.
Sebagian orang masih menggunakan istilah ‘divisionisme’ untuk merujuk lukisan yang mirip dengan pointilisme.
Namun label ini lebih akurat digunakan untuk menekankan teori warna teknis yang digunakan.
Sementara pointilisme menggunakan titik-titik kecil untuk menciptakan bentuk dan struktur, divisionisme menciptakan kesan warna yang unik dengan menyandingkan titik-titik warna yang berbeda sesuai dengan prinsip-prinsip warna.


Karakteristik Pointilisme
Dalam sebuah lukisan pointilisme, Anda mungkin melihat pemandangan warna-warni yang merupakan paduan berbagai macam warna-warna cerah.
Saat melihat dekat, Anda akan melihat bahwa warna cerah ini tersusun dari banyak titik-titik kecil berwarna kuning, hijau, dan biru.
Dengan mengubah kombinasi titik-titik warna primer, pelukis pointilisme menciptakan ilusi bahwa mereka menggunakan banyak warna.
Kumpulan meningkatkan efek ini.


Stippling – Pointilisme Hitam Putih
Pointilisme dapat pula digunakan untuk menciptakan lukisan hitam putih. Dengan menggunakan titik-titik hitam dan putih, gambar dinamis bisa dihasilkan. Teknik pointilisme hitam putih ini disebut sebagai stippling.


Pointilisme Saat Ini
Gambar di majalah dan surat kabar dicetak dengan metode yang mirip pointilisme. Titik-titik kecil dari hanya tiga atau empat warna menciptakan ilusi sebuah gambar memiliki berbagai warna lain. Selain itu, layar elektronik seperti TV menggunakan teknik yang sama. Layar menampilkan titik atau piksel merah, biru, dan hijau pada intensitas yang berbeda. Mata dan otak lantas menafsirkan kumpulan titik ini sebagai gambar dengan berbagai warna. Setiap gambar di Photoshop, koran, majalah, atau mosaik ubin merupakan berbagai penerapan pointilisme (pointillism) modern

4 komentar: