Priesca Metta

..WELCOME... SELAMAT MEMBACA ...

Kamis, 17 November 2016

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 1



Makalah
Sony Akuisisi Sony Ericsson
Di Susun Oleh
Kelompok  7 :
·         Ekka Wahyuningsih (23214450)
·         Intan Anggraini (25214356)
·         Marisa Dewi Sartika (26214401)
·         Noviatul Husna (28214071)
·         Priesca Metta Sari A (28214513)
·         Shinta Ardani (2A214239)
·         Winda Lestari (2C214263)
Kelas
3EB35
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2016/2017

KATA PENGANTAR

Pertama-tama, kami panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas Makalah ini. Makalah ini kami susun sebagai tugas dari mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjut dengan judul “Sony Akuisisi Sony Ericsson”.

Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Immi Fiska Tarigan selaku dosen mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjut yang telah membimbing dan memberikan kuliah demi lancarnya terselesaikan tugas makalah ini. Juga tak terlupa pihak-pihak lainnya yang turut membantu selesainya Makalah ini.

Di Makalah ini adapun isinya adalah menjelaskan dengan rinci mengenai strategi bisnis dan strategi managemen untuk meningkatkan keuntungan perusahaan.

Kami  menyadari sepenuhnya masih banyak terdapat kekurangan dalam penyusunan makalah ini, baik dari segi isi maupun penulisannya.

Akhir kata, kami ucapkan terima kasih juga kepada para pembaca, yang telah memberikan waktunya untuk membaca makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat. Amin.



Bekasi, 8 November 2016

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

Dalam era globalisasi sekarang ini, bisnis ekonomi pun juga ikut terpengaruh. Batasan antar negara menjadi semakin kabur pada saat teknologi komunikasi semakin maju. Hal ini membuat semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis yang terjadi antar perusahaan – perusahaan besar. Akibatnya, perusahaan – perusahaan kecil akan tersisih dari dunia bisnis dan terancam bangkrut. Untuk menghindari hal itu, maka pelaku bisnis harus melakukan Strategi Bisnis Global. Dalam makalah ini penulis akan membahas mengenai Akuisisi yang dikhususkan guna meningkatkan keuntungan perusahaan.
Dalam hal ini penulis telah mengambil dasar teori dari sumber internet untuk menambah penjelasan dan membawa kita kepada sebuah pemahaman pada sebuah strategi bisnis dan strategi managemen dalam akuisisi.

          Adapun dalam makalah ini akan membawa kita pada contoh kasus dari salah satu perusahaan besar yang menerapkan serta memberi pemahaman tentang akuisisi secara singkat tetapi mudah dipahami yang akan penulis bahas di dalam bab 3 sebagai Pembahasan. Serta menjelaskan perjalanan perusahaan yang telah melakukan akuisisi tersebut.



BAB II
PERMASALAHAN

1.      Bagaimanakah strategi bisnis dan strategi managemen setelah pengakuisisian?
2.      Bagaimanakah laporan keuangan tersebut sebelum dan sesudah terjadi pengakuisisian?
BAB III
PEMBAHASAN

  1. AKUISISI
A.    Definisi Akuisisi
Akuisisi telah menjadi topik populer dalam beberapa tahun terakhir ini. Pada awalnya, peristiwa akuisisi hanya terbatas pada kalangan komunitas pelaku bisnis, namun sekarang masyarakat mulai familiar dengan akuisisi. Perubahan yang signifikan dalamlingkungan bisnis seperti globalisasi, deregulasi, kemajuan komputer dan fragmentasipasar menciptakan persaingan yang sangat ketat. Untuk itu perusahaan perlu mengembangkan strategi yang tepat agar perusahaan bisa mempertahankan eksistensinya dan memperbaiki kinerjanya. Perusahaan bisa memperluas usahanya dengan menambah kapasitas produksi, membangun perusahaan baru atau dengan membeli perusahaan lain (Gunawan dan Hartanti, 2005).
Kata akuisisi sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu acquisitio dari kata kerja acquirere. Sedangkan Akuisisi dalam bahasa Inggris yaitu acquisition yang berarti pengambil alihan. Jadi akuisisi adalah pengambil-alihan (take over) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p. 598). Akuisisi dimaksudkan agar perusahaan yang diakuisisi dapat dimaksimalkan sumber dayanya untuk kepentingan perusahaan utama dan kepentingan perusahaan yang di akuisisi tersebut. Perusahaan yang di akuisisi akan melaksanakan semua kegiatannya secara normal namun kemudian pertanggung jawabannya tidak lagi pada perusahaan itu sendiri, namun kepada perusahaan pengakuisisi yang bertindak sebagai induk perusahaan.


B.     Motif Melakukan Akuisisi
Pada prinsipnya terdapat dua motif yang mendorong sebuah perusahaan melakukan akuisisi yaitu motif ekonomi dan motif non-ekonomi. Motif ekonomi berkaitan dengan esensi tujuan perusahaan yaitu meningkatkan nilai perusahaan atau memaksimumkan kemakmuran pemegang saham. Di sisi lain, motif non ekonomi adalah motif yang bukan didasarkan pada esensi tujuan perusahaan tersebut, tetapi didasarkan pada keinginan subyektif atau ambisi pribadi pemilik atau manajemen perusahaan (Moin, 2003 dalam Hadiningsih, 2007).

C.    Keuntungan Akuisisi
Keuntungan-keuntungan yang diperoleh perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi :
a.       Pengurangan tenaga kerja.
b.      Dari pencapaian tingkat skala ekonomi.
c.       Dari penguasaan teknologi baru.
d.      Sinergi juga bisa meningkatkan jangkauan pasar perusahaan.
e.       Dari peuang memperoleh pembiayaan yang lebih besar.

  1. SONY AKUISISI SONY ERICSSON
Kasus :
SONY Corp telah resmi melakukan take over terhadap perusahaan joint venturenya, Ericsson akhir tahun 2011 lalu. Ponsel bersutan Sony Ericsson pun kini beralih nama menjadi Sony. Demi mengalahkan penguasa pasar (market leader) smartphone seperti Apple Inc, Sony corp akhirnya mengakuisisi Ericsson dengan nilai rekstrukturisasi mencapai USD 1,5 miliar atau setara dengan Rp 13,62 triliun. Transaksi ini merupakan akuisisi joint venture lebur menjadi satu dengan perusahaan aquirer dan melanjutkan operasi dengan menggunakan nama perusahaan aquirer.


A. Profil Perusahaan Sony Ericsson
Nama Perusahaan              : Sony Ericsson Mobile Comunication AB
Jenis Perusahaan               : Joint Venture
Berdiri                               : 1 Oktober 2001 – 16 Februari 2012
Markas besar                     : Hammersmith, London, Inggris
Member                             : 1. Sony Corporation (50%)
                                             2. Ericsson AB (50%)
Produk                              : Ponsel
                                             Perangkat mobile musik
                                             Wireless sistem
                                             Wireless perangkat suara
                                            Hi-tech aksesoris
                                            Perangkat data nirkabel
Jumlah karyawan              : 7.500 ( Desember 2010 )

Sony Ericsson (nama lengkap : Sony Ericsson Mobile Communications AB) adalah perusahaan pembuat telepon genggam yang merupakan perusahaan yang didirikan pada 1 Oktober 2001 hasil gabungan dari dua perusahaan besar dalam dua bidang yang berbeda antara perusahaan Jepang, Sony (elektronik) dan perusahaan Swedia, Ericsson (telekomunikasi selular). Perusahaan induk mereka berada di Hammersmith, London, Inggris dan juga memiliki tim riset dan pengembangan di Swedia, Jepang, Cina, Jerman, Amerika Serikat, India, Pakistan dan Inggris.
B. Latar Belakang Terbentuknya Sony Ericsson
Ericsson adalah salah satu perusahaan penyedia telekomunikasi terkemuka dan sistem komunikasi data, dan layanan terkait yang meliputi berbagai teknologi, termasuk khususnya jaringan seluler terbesar di Swedia. Awalnya, Ericsson adalah perusahaan yang didirikan oleh Lars Magnus Ericsson sebagai toko perbaikan telegram di Swedia pada tahun 1876.
Sedangkan Sony adalah perusahaan yang berdiri pada 7 Mei 1946 dengan nama Perusahaan Telekomunikasi Tokyo dengan sekitar 20 karyawan. Seiring dengan berkembangnya Sony sebagai perusahaan internasional yang besar, ia membeli perusahaan lain yang mempunyai sejarah yang lebih lama termasuk Columbia Records (perusahaan rekaman tertua yang masih ada, didirikan pada tahun 1888). Sony juga memproduksi ponsel.
            Pada tahun 2000, beberapa masalah besar sedang dialami kedua perusahaan tersebut. Untuk mengurangi kerugian, Ericsson berfikir untuk merger dengan perusahaan asia yang dapat menghasilkan biaya yang lebih rendah untuk produksi handset. Spekulasi ini dimulai dari kemungkinan penjualan divisi ponsel Ericsson namun presiden director mereka mengatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk melakukan itu. "Mobile phones benar - benar sebuah bisnis inti untuk Ericsson. Kami tidak akan berhasil (dalam jaringan) jika kami tidak memiliki telepon," katanya. Dan akhirnya terpilihlah Sony untuk menjadi joint partner kerjanya.
Berikut ini adalah alasan utama perusahaan melakukan joint venture :
1.      Kerugian yang sangat besar dialami oleh Ericsson
Ericsson memutuskan untuk membuat chips ponsel mereka pada satu sumber, Philips Facility di New Mexico. Bulan Maret 2000, kebakaran pada pabrik Philips telah mencemari fasilitas yang steril. Keadaan tersebut membuat produksi ponsel Ericsson dan Nokia (yang juga merupakan konsumen dari fasilitas tersebut) menjadi tertunda. Ketika menjadi jelas bahwa produksi akan benar - benar terpaksa dikompromikan untuk beberapa bulan, Ericsson telah dihadapi masalah serius. Tetapi, Ericsson posisinya jauh lebih buruk karena kedua perusahaan ini tengah memproduksi ponsel baru dengan tanggal peluncuran yang semakin dekat. Jelas, akibat kebakaran tersebut, Ericsson menderita kerugian yang sangat besar.
2.      Keterbatasan kemampuan untuk memproduksi barang
Ketidakmampuan Ericsson dalam memproduksi ponsel murah seperti punya Nokia turut memperparah keadaan ini. Berbeda dengan saingannya, yaitu Nokia. Masalah Nokia tidak terlalu serius karena telah membangun sumber alternatif produksi chip mereka.
3.      Persaingan bisnis yang semakin ketat
Toshiba dan Siemens talah mengumumkan rencana melakukan kerjasama pada handset 3G untuk jaringan selular pada bulan November 2000. Tentunya hal ini akan merepotkan Ericsson karena disamping harus bersaing dengan Nokia, Ericsson juga harus waspada terhadap Toshiba dan Siemens mengenai strategi mereka setelah melakukan kerjasama. Sementara Ericsson sedang berada dalam kondisi terburuknya.
4.      Kecilnya penjualan yang dialami Sony
Sony yang bermain bisnis di pasar ponsel di seluruh dunia dengan persentase penjualan kurang dari 1 persen pada tahun 2000, juga mengalami kerugian pada kawasan ini tetapi memiliki keinginan untuk lebih fokus pada pasar dunia.
Dan akhirnya pada bulan April 2001, Sony mengkonfirmasikan bahwa ia berbicara dengan Ericsson untuk kemungkinan kerjasama dalam bisnis handset. Kemudian pada Agustus 2001, dua perusahaan telah menyelesaikan syarat - syarat penggabungan yang diumumkan pada bulan April. Sony Ericsson memiliki tenaga kerja awal 3.500 karyawan.
C. Perkembangan Sony Ericsson
Setelah melakukan joint venture dengan Sony, Ericsson mengalami perkembangan sedikit demi sedikit yang sempat juga mengalami masalah pada awal kerjasama mereka. Dan perkembangan tersebut akan dijelaskan pada uraian berikut :
·            Pada bulan Agustus Sony Ericsson mengalami down membuat Ericsson berpikir ulang hubungan kemitraan mereka dengan Sony. Akan tetapi pada Januari 2003, kedua perusahaan ini mengemukakan bahwa mereka akan lebih berkonsentrasi memajukan Sony Ericsson.
·            Target peraihan keuntungan pertama tahun 2002 hingga 2003 untuk paruh kedua 2003 telah tercapai dengan merilis ponsel dengan kemampuan fotografi digital terintegrasi dan multimedia P800.
·            Bulan Juni 2003, Sony Ericsson menyatakan bahwa akan menghentikan cellphones CDMA untuk pasar Amerika dan fokus pada GSM. Ia juga slashed pekerjaan dalam penelitian dan pengembangan di Amerika dan Jerman.
·            Setelah sukses dengan telepon P800, Sony Ericsson memperkenal kan P900 di acara serentak di Las Vegas dan Beijing pada bulan Oktober 2003.
·            Pada tahun 2004, pasar saham Sony Ericsson meningkat dari 5,6 persen pada kuartal pertama hingga 7 persen di kuartal kedua. Pada bulan Juli 2004, Sony Ericsson memperkenalkan P910 communicator dengan thumb board terintegrasi, dukungan e-mail, slot memori tambahan dan peningkatan kinerja layar.
·            Bulan Februari 2005, Presiden Sony Ericsson Miles Flint mengumumkan di 3GSM World Congress bahwa Sony Ericsson akan menyingkap ponsel pemutar musik digital pada bulan berikutnya dengan istilah WALKMAN dan mendukung banyak format file musik.
·            Pada tanggal 1 Maret 2005, Sony Ericsson memperkenalkan K750i dengan kamera 2 megapiksel, W800i sebagai ponsel WALKMAN pertama yang sangat sukses di pasaran dan 2 posel baru lainnya.
·            Pada 1 Mei 2005, Sony Ericsson setuju untuk menjadi sponsor global WTA Tour dengan kontrak senilai 88 juta dolar AS lebih dari 6 tahun. The Women's Pro Tennis diubah namanya menjadi Sony Ericsson WTA Tour.
·            Pada 7 Juni, Sony Ericsson mengumumkan sponsor di India Barat, Chris Gayle dan Ramnaresh Sarwan.
·            Pada bulan Oktober 2005, Sony Ericsson merilis ponsel pertama bersistem operasi Symbian UIQ 3 yaitu P990.
·            Pada tanggal 2 Januari 2007, Sony Ericsson mengumumkan di Stockholm yang akan memiliki beberapa ponsel yang diproduksi di India. Ia mengumumkan bahwa dua mitra outsourcing, Lextronic dan Foxconn akan menghasilkan 10 juta per tahun cellphones sampai tahun 2009. CEO Miles Flint mengumumkan di konferensi pers yang diadakan dengan India menteri komunikasi Dayanidhi Maran di Chennai India yang merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan paling cepat di dunia dan prioritas untuk pasar Sony Ericsson dengan 105 juta pengguna telepon selular GSM.
·            Pada tanggal 15 Oktober 2007, Sony Ericsson mengumumkan pada Symbian Smartphone Show bahwa mereka akan menjual setengah dari UIQ berbagi untuk Motorola.
·            Tahun 2007 diumukan CyberShot pertama kamera 5 megapixel Sony Ericsson, K850, yang sangat sukses di pasaran. Mereka juga mengumumkan C905 yang akan diluncurkan kuartal  4 2008. C905 sangat penting karena merupakan ponsel  8 megapiksel pertama di dunia yang diumukan.
D. Akhir dari Perjalanan Sony Ericsson
Sony membeli 50 persen saham yang dimiliki Ericsson dalam usaha patungan Sony Ericsson tanggal 16 Februari 2012. Lewat pembelian tersebut, Sony resmi "bercerai" dengan Ericsson dalam bidang pengembangan ponsel.
Meski berpisah, "perceraian" ini sepertinya membuka jalan bagi Sony untuk lebih fokus mengembangkan produknya. Beberapa petinggi Sony bahkan menganggap perpisahan ini suatu kesempatan yang menguntungkan. Hal ini terlihat dari komentar -komentar para petinggi Sony dalam rangkaian acara Mobile World Congress di Barcelona.
Pada konferensi pers hari Minggu (26/2/2012), Executive Deputy President, President dan CEO Sony Corporation yang baru, Kazuo Hirai, menekankan bahwa pesan yang dia bawa ke Barcelona adalah bahwa Sony kembali ke bisnis telepon. Hirai mengatakan bahwa Sony Mobile Communications akan diintegrasikan dalam Sony secara keseluruhan.
"Sony Mobile Communications perlu berjalan bersama Sony Corp. Meski ini barangkali sebuah entitas perusahaan yang terpisah, namun dalam operasi dan kerja sama akan dilakukan secara erat dan terbuka sebagai satu organisasi," katanya.
Sementara, pada kesempatan yang sama, Presiden dan CEO Sony Mobile Communications, Bert Nordberg, menyambut para tamu dengan mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya konferensi pers sebagai Sony Mobile Communications.
"Akuisisi dari Sony Ericsson telah selesai 10 hari yang lalu, dan saat ini kami merupakan 100 persen bagian dari Sony, ujarnya. "Dan malam ini kami akan memulai halaman baru untuk perusahaan kami yang akan menginspirasi konsumen dan menguntungkan pelanggan kami di seluruh dunia."
Baik Hirai maupun Nordberg sepakat bahwa Sony Ericsson mengalami kesulitan karena merupakan mitra yang setara. Kondisi itu memperlambat pengambilan keputusan dan berujung pada lambatnya produk sampai ke pasar.
"50:50 terbukti bermasalah. Saya tidak akan mengambil pekerjaan 50:50 lagi," kata Nordberg.
Yang menjadi prioritas saat ini, menurut Hirai adalah memiliki portofolio produk dan bekerja sama dengan operator untuk memastikan produk Sony "sampai ke tangan pengguna secepat mungkin."
Kembalinya Sony Mobile ke pangkuan Sony Corp juga disambut layaknya kembalinya seorang anak yang hilang.
Dalam pidato Kazuo Hirai mengatakan, "Seperti sudah disampaikan oleh Bert, bahwa per tanggal 15 Februari, Sony Mobile Communications telah menjadi 100 persen anak perusahaan dari Sony dan saya ingin menyambut mereka sebagai pemain penting dalam tim “One Sony”.
Dalam produk-produk baru Sony Mobile yang diluncurkan, yakni Xperia seri S, P, dan U, nama yang tertera adalah Sony make.believe. Namun logo bulatan serupa yin dan yang yang dulu dipakai Sony Ericsson masih ditemukan di bagian belakang ponsel. Meski begitu, beberapa sumber menyebutkan bahwa logo itu mungkin tidak akan dipakai lagi di masa mendatang.
E. Strategi pemasaran Sony Corporation
Di dalam pemasaran sony corporation ada hal yang selalu di perhatikan, yaitu :
-   Place (tempat) dimana kita akan memasarkan produk yang harus mengetahui dimana tempat yang strategis. 
-   Price (harga) dalam hal ini, harga juga sangat berpengaruh dengan produk yang akan kita pasarkan di dalam sebuah pasar, baik itu pasar global maupun bukan pasar global..
-   Product (produk) Dalam kesempatan ini produk yang akan kita launchingkan di pasaran harus sudah selesai standar yang terbaik dalam fungsi pemakainya. 
-   Promotion (promosi) di dalam hal ini, promosi untuk sebuah produk yang akan dipasarkan di pasar harus lah sangattepat dan bisa berguna serta menarik minat konsumen.
Produk : Sony memiliki berbagai produk mulai dari perangkat elektronik, hiburan dan games. Keputusan produk biasanya mendasarkan pada nama merek, Fungsi, Styling, Kualitas, Keselamatan, Packaging, Perbaikan dan Dukungan, Garansi, aksesoris dan Jasa. pelanggan selalu mencari hal-hal baru, pemasar harus meningkatkan produk yang sudah ada, mengembangkan yang baru, dan mengganti model lama yang tidak lagi diperlukan atau diinginkan oleh customer.
Sebagai contoh dalam home video sony menawarkan kreasi baru yaitu format penyimpanan data yang disebut Blue- ray, Dalam kategori ini , Sony sudah termasuk sistem home video dan aksesoris yang dapat memungkinkan pengguna untuk merekam berbagai program TV favorit.
Promosi: Sony India akan menghabiskan Rs 200 crore pada tahun keuangan ini untuk iklan dan promosi. nsur-unsur utama dari bauran promosi meliputi periklanan , personal selling , promosi penjualan , pemasaran langsung , dan publisitas . Sony Corporation telah menggunakan seluruh elemen bauran komunikasi pemasaran ini. Sebagai contoh Sony mengiklankan produknya dengan menargetkan program-program televisi yang menguntungkan , seperti olahraga , seri dan juga memiliki saluran sendiri disebut saluran TV Sony ,  Sony juga telah mengiklankan game seperti Playstation 3 , Playstation 2 dan PSP menggunakan media olahraga seperti sepak bola di liga Inggris premier .
Harga: Sony menjadi perusahaan yang menekankan kualitas produk, ia cenderung untuk menjual produknya dengan kisaran harga dari cukup tinggi, tergantung pada penggunaan dan pelanggan sasaran . Misalnya Sony laptop VAIO FW. Laptop ini dirancang untuk pengusaha dan harganya sekitar Rs . 75.000. sedangkan VAIO TZ, lebih kepada gaya hidup elit ,laptop ini dikembangkan oleh Sony untuk kalangan eksekutif dan pebisnis dengan harga harga itu menjadi antara Rs . 115.000
Tempat: Sony mendistribusikan produknya di berbagai saluran . Menggunakan saluran Zero- tingkat , satu saluran tingkat dan saluran dua tingkat . Di India , Sony telah menggunakan metode saluran distribusi satu tingkat . Ini berarti bahwa , pelanggan membeli produk Sony mereka dari pengecer diakui oleh Sony, dan pengecer ini membeli produk langsung dari perusahaan itu sendiri .

F. Langkah perbaikan
Menyongsong outlook perekonomian yang buruk di depan, Sony mengambil beberapa kebijakan strategis demi memperbaiki kinerja finansialnya. Sony melakukan kajian terhadap rencana investasinya, dan memutuskan beberapa perubahan. Pertama, Sony memangkas pengeluaran investasinya dengan cara outsourcing manufaktur sensor image CMOS yang digunakan pada ponsel. Kemudian, Sony juga menunda ekspansi pabriknya di Slovakia. Sony rencananya juga akan memangkas produksi pada dua pabrik, salah satunya adalah Sony Dax Technology Center di Prancis, yang memproduksi tape dan media rekaman lainnya. Salah satu opsi penting yang perlu dipertimbangkan oleh Sony adalah memangkas harga beberapa produknya serta perlu untuk lebih berinovasi
Perusahaan sony mempunyai peluang yang cukup besar dalam bidang global. Di dalam dunia bisnis perusahaan harus mampu menganalisa ancaman / konflik apa yang akan terjadi di dalam perusahaan tersebut. Masalah mungkin akanada di dalam perusahaan, dimana masalah itu dapat menurunkan produksi perusahaan, namun dengan manajemen yang baik dari perusahaan sony, masalah itu dapat menjadi sebuah pembaharuan.

BAB IV
KESIMPULAN

            Akuisisi adalah pengambil-alihan (take over) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada. Tujuan akuisisi adalah untuk memaksimalkan sumber dayanya untuk kepentingan perusahaan utama. Untuk mengakuisisi perusahaan diperlukan perencanaan yang matang agar strategi bisnis dan strategi managemen dapat terlaksana. Dan di dalam Kasus Sony mengakuisisi Sony Ericsson merupakan keputusan yang tepat sehingga kedua belah pihak dapat memaksimalkan sumber dayanya untuk mendapatkan laba yang meningkat dari tahun sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA


http://ndarucahya.blogspot.co.id/2015/01/makalah-joint-venture-sony-ericsson.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar