Makalah
Sony Akuisisi Sony Ericsson
Di
Susun Oleh
Kelompok 7 :
·
Ekka Wahyuningsih (23214450)
·
Intan Anggraini (25214356)
·
Marisa Dewi Sartika
(26214401)
·
Noviatul Husna
(28214071)
·
Priesca Metta Sari A
(28214513)
·
Shinta Ardani
(2A214239)
·
Winda Lestari (2C214263)
Kelas
3EB35
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT
UNIVERSITAS
GUNADARMA
PTA 2016/2017
KATA PENGANTAR
Pertama-tama, kami panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang
Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan
nikmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas Makalah ini. Makalah ini
kami susun sebagai tugas dari mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjut dengan judul “Sony Akuisisi Sony Ericsson”.
Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Immi Fiska Tarigan
selaku dosen mata kuliah Akuntansi Keuangan
Lanjut yang telah membimbing dan memberikan
kuliah demi lancarnya terselesaikan tugas makalah ini. Juga tak
terlupa pihak-pihak lainnya yang turut membantu selesainya Makalah ini.
Di Makalah ini adapun isinya adalah menjelaskan dengan rinci mengenai strategi bisnis dan strategi managemen untuk
meningkatkan keuntungan perusahaan.
Kami menyadari sepenuhnya masih banyak terdapat kekurangan dalam
penyusunan makalah ini, baik dari segi isi maupun penulisannya.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih juga kepada para pembaca,
yang telah memberikan waktunya untuk membaca makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat. Amin.
Bekasi, 8 November 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB
I PENDAHULUAN…………………………………………………………………….4
BAB
II PERMASALAHAN………………………………………………………………….5
BAB
III PEMBAHASAN…………………………………………………………………….6
Akuisi…………………………………………………………………………………………6-7
A.
Definisi Akuisis
………………………………………………………..................... 6
B.
Motif melakukan
Akuisisi….…………………………………………………………7
C.
Keuntungan
Akuisisi………………………………………………………………....7
Sony
Akuisis Sony Ericson…………………………………………………………………..8-13
- Profil perusahaan……………………………………………………...................... 8
- Latar Belakang Terbentuknya Sony Ericsson………………………………………..8-10
- Perkembangan sony Ericson ………………………………………………………...10-12
- Akhir Dari perjalanan sony Ericson…………………………………………………12-13
- Strategi pemasaran Sony Corporation ………………………………………………13-14
- Langkah perbaikan…………………………………………………………………..13-15
Laporan
keuangann…………………………………………………………………………..15
BAB
IV KESIMPULAN …………………………………………………………………….17
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………………………...18
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam era globalisasi sekarang ini, bisnis ekonomi pun juga
ikut terpengaruh. Batasan antar negara
menjadi semakin kabur pada saat teknologi komunikasi semakin maju. Hal ini
membuat semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis yang terjadi antar
perusahaan – perusahaan besar. Akibatnya, perusahaan – perusahaan kecil akan
tersisih dari dunia bisnis dan terancam bangkrut. Untuk menghindari hal itu,
maka pelaku bisnis harus melakukan Strategi Bisnis Global. Dalam makalah ini
penulis akan membahas mengenai Akuisisi yang dikhususkan guna meningkatkan keuntungan perusahaan.
Dalam hal
ini penulis telah mengambil dasar teori dari sumber internet untuk menambah
penjelasan dan membawa kita kepada sebuah pemahaman pada sebuah strategi bisnis
dan strategi managemen dalam akuisisi.
Adapun
dalam makalah ini akan membawa kita pada contoh kasus dari salah satu
perusahaan besar yang menerapkan serta memberi pemahaman tentang akuisisi
secara singkat tetapi mudah dipahami yang akan penulis bahas di dalam bab 3 sebagai
Pembahasan. Serta menjelaskan perjalanan perusahaan yang telah melakukan
akuisisi tersebut.
BAB II
PERMASALAHAN
1.
Bagaimanakah strategi bisnis dan strategi managemen setelah
pengakuisisian?
2.
Bagaimanakah laporan keuangan tersebut sebelum dan sesudah terjadi
pengakuisisian?
BAB III
PEMBAHASAN
- AKUISISI
A.
Definisi Akuisisi
Akuisisi telah
menjadi topik populer dalam beberapa tahun terakhir ini. Pada awalnya,
peristiwa akuisisi hanya terbatas pada kalangan komunitas pelaku bisnis, namun
sekarang masyarakat mulai familiar dengan akuisisi. Perubahan yang signifikan
dalamlingkungan bisnis seperti globalisasi, deregulasi, kemajuan komputer dan
fragmentasipasar menciptakan persaingan yang sangat ketat. Untuk itu perusahaan
perlu mengembangkan strategi yang tepat agar perusahaan bisa mempertahankan
eksistensinya dan memperbaiki kinerjanya. Perusahaan bisa memperluas usahanya
dengan menambah kapasitas produksi, membangun perusahaan baru atau dengan
membeli perusahaan lain (Gunawan dan Hartanti, 2005).
Kata akuisisi
sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu acquisitio dari kata kerja acquirere.
Sedangkan Akuisisi dalam bahasa Inggris yaitu acquisition yang berarti
pengambil alihan. Jadi akuisisi adalah pengambil-alihan (take over)
sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut,
perusahaan yang dibeli tetap ada (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p. 598).
Akuisisi dimaksudkan agar perusahaan yang diakuisisi dapat dimaksimalkan sumber
dayanya untuk kepentingan perusahaan utama dan kepentingan perusahaan yang di
akuisisi tersebut. Perusahaan yang di akuisisi akan melaksanakan semua
kegiatannya secara normal namun kemudian pertanggung jawabannya tidak lagi pada
perusahaan itu sendiri, namun kepada perusahaan pengakuisisi yang bertindak
sebagai induk perusahaan.
B.
Motif Melakukan Akuisisi
Pada prinsipnya terdapat dua motif yang mendorong
sebuah perusahaan melakukan akuisisi yaitu motif ekonomi dan motif non-ekonomi.
Motif ekonomi berkaitan dengan esensi tujuan perusahaan yaitu meningkatkan
nilai perusahaan atau memaksimumkan kemakmuran pemegang saham. Di sisi lain,
motif non ekonomi adalah motif yang bukan didasarkan pada esensi tujuan
perusahaan tersebut, tetapi didasarkan pada keinginan subyektif atau ambisi
pribadi pemilik atau manajemen perusahaan (Moin, 2003 dalam Hadiningsih, 2007).
C.
Keuntungan Akuisisi
Keuntungan-keuntungan yang diperoleh perusahaan yang
melakukan merger dan akuisisi :
a. Pengurangan tenaga kerja.
b. Dari pencapaian tingkat skala ekonomi.
c. Dari penguasaan teknologi baru.
d. Sinergi juga bisa meningkatkan jangkauan pasar
perusahaan.
e. Dari peuang memperoleh pembiayaan yang lebih besar.
- SONY AKUISISI SONY ERICSSON
Kasus :
SONY Corp telah resmi melakukan take
over terhadap perusahaan joint
venturenya, Ericsson akhir tahun 2011 lalu. Ponsel bersutan Sony Ericsson
pun kini beralih nama menjadi Sony. Demi mengalahkan penguasa pasar (market leader) smartphone seperti Apple Inc, Sony corp akhirnya mengakuisisi
Ericsson dengan nilai rekstrukturisasi mencapai USD 1,5 miliar atau setara
dengan Rp 13,62 triliun. Transaksi ini merupakan akuisisi joint venture lebur menjadi satu dengan perusahaan aquirer dan melanjutkan operasi dengan
menggunakan nama perusahaan aquirer.
A. Profil Perusahaan Sony
Ericsson
Nama
Perusahaan : Sony Ericsson Mobile Comunication AB
Jenis
Perusahaan : Joint Venture
Berdiri : 1 Oktober 2001 – 16 Februari 2012
Markas
besar : Hammersmith, London, Inggris
Member : 1. Sony Corporation (50%)
2. Ericsson AB (50%)
Produk : Ponsel
Perangkat mobile musik
Wireless sistem
Wireless perangkat suara
Hi-tech aksesoris
Perangkat data nirkabel
Jumlah
karyawan : 7.500 ( Desember 2010 )
Sony Ericsson (nama
lengkap : Sony Ericsson Mobile Communications AB) adalah perusahaan pembuat
telepon genggam yang merupakan perusahaan yang didirikan pada 1 Oktober 2001
hasil gabungan dari dua perusahaan besar dalam dua bidang yang berbeda antara
perusahaan Jepang, Sony (elektronik) dan perusahaan Swedia, Ericsson
(telekomunikasi selular). Perusahaan induk mereka berada di Hammersmith,
London, Inggris dan juga memiliki tim riset dan pengembangan di Swedia, Jepang,
Cina, Jerman, Amerika Serikat, India, Pakistan dan Inggris.
B. Latar Belakang
Terbentuknya Sony Ericsson
Ericsson adalah salah
satu perusahaan penyedia telekomunikasi terkemuka dan sistem komunikasi data,
dan layanan terkait yang meliputi berbagai teknologi, termasuk khususnya
jaringan seluler terbesar di Swedia. Awalnya, Ericsson adalah perusahaan yang
didirikan oleh Lars Magnus Ericsson sebagai toko perbaikan telegram di Swedia
pada tahun 1876.
Sedangkan Sony adalah
perusahaan yang berdiri pada 7 Mei 1946 dengan nama Perusahaan Telekomunikasi
Tokyo dengan sekitar 20 karyawan. Seiring dengan berkembangnya Sony sebagai
perusahaan internasional yang besar, ia membeli perusahaan lain yang mempunyai
sejarah yang lebih lama termasuk Columbia
Records (perusahaan rekaman
tertua yang masih ada, didirikan pada tahun 1888). Sony juga
memproduksi ponsel.
Pada tahun 2000, beberapa masalah
besar sedang dialami kedua perusahaan tersebut. Untuk mengurangi kerugian,
Ericsson berfikir untuk merger dengan perusahaan asia yang dapat menghasilkan
biaya yang lebih rendah untuk produksi handset. Spekulasi ini dimulai dari
kemungkinan penjualan divisi ponsel Ericsson namun presiden director mereka
mengatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk melakukan itu. "Mobile
phones benar - benar sebuah bisnis inti untuk Ericsson. Kami tidak akan
berhasil (dalam jaringan) jika kami tidak memiliki telepon," katanya. Dan
akhirnya terpilihlah Sony untuk menjadi joint partner kerjanya.
Berikut ini adalah alasan utama perusahaan
melakukan joint venture :
1. Kerugian yang sangat besar dialami
oleh Ericsson
Ericsson memutuskan untuk membuat chips
ponsel mereka pada satu sumber, Philips Facility di New Mexico. Bulan Maret
2000, kebakaran pada pabrik Philips telah mencemari fasilitas yang steril.
Keadaan tersebut membuat produksi ponsel Ericsson dan Nokia (yang juga
merupakan konsumen dari fasilitas tersebut) menjadi tertunda. Ketika menjadi
jelas bahwa produksi akan benar - benar terpaksa dikompromikan untuk beberapa
bulan, Ericsson telah dihadapi masalah serius. Tetapi, Ericsson posisinya jauh
lebih buruk karena kedua perusahaan ini tengah memproduksi ponsel baru dengan
tanggal peluncuran yang semakin dekat. Jelas, akibat kebakaran tersebut,
Ericsson menderita kerugian yang sangat besar.
2.
Keterbatasan kemampuan
untuk memproduksi barang
Ketidakmampuan Ericsson dalam
memproduksi ponsel murah seperti punya Nokia turut memperparah keadaan ini.
Berbeda dengan saingannya, yaitu Nokia. Masalah Nokia tidak terlalu serius
karena telah membangun sumber alternatif produksi chip mereka.
3. Persaingan
bisnis yang semakin ketat
Toshiba dan Siemens talah mengumumkan
rencana melakukan kerjasama pada handset 3G untuk jaringan selular pada bulan
November 2000. Tentunya hal ini akan merepotkan Ericsson karena disamping harus
bersaing dengan Nokia, Ericsson juga harus waspada terhadap Toshiba dan Siemens
mengenai strategi mereka setelah melakukan kerjasama. Sementara Ericsson sedang
berada dalam kondisi terburuknya.
4. Kecilnya
penjualan yang dialami Sony
Sony yang bermain
bisnis di pasar ponsel di seluruh dunia dengan persentase penjualan kurang dari
1 persen pada tahun 2000, juga mengalami kerugian pada kawasan ini tetapi
memiliki keinginan untuk lebih fokus pada pasar dunia.
Dan akhirnya pada bulan
April 2001, Sony mengkonfirmasikan bahwa ia berbicara dengan Ericsson untuk
kemungkinan kerjasama dalam bisnis handset. Kemudian pada Agustus 2001, dua
perusahaan telah menyelesaikan syarat - syarat penggabungan yang diumumkan pada
bulan April. Sony Ericsson memiliki tenaga kerja awal 3.500 karyawan.
C. Perkembangan Sony
Ericsson
Setelah melakukan joint
venture dengan Sony, Ericsson mengalami perkembangan sedikit demi sedikit yang
sempat juga mengalami masalah pada awal kerjasama mereka. Dan perkembangan
tersebut akan dijelaskan pada uraian berikut :
·
Pada bulan Agustus Sony
Ericsson mengalami down membuat Ericsson berpikir ulang
hubungan kemitraan mereka dengan Sony. Akan tetapi pada Januari 2003, kedua
perusahaan ini mengemukakan bahwa mereka akan lebih berkonsentrasi memajukan
Sony Ericsson.
·
Target peraihan
keuntungan pertama tahun 2002 hingga 2003 untuk paruh kedua 2003 telah tercapai
dengan merilis ponsel dengan kemampuan fotografi digital terintegrasi dan
multimedia P800.
·
Bulan Juni 2003, Sony
Ericsson menyatakan bahwa akan menghentikan cellphones CDMA untuk pasar Amerika
dan fokus pada GSM. Ia juga slashed pekerjaan dalam penelitian dan pengembangan
di Amerika dan Jerman.
·
Setelah sukses dengan
telepon P800, Sony Ericsson memperkenal kan P900 di acara serentak di Las Vegas
dan Beijing pada bulan Oktober 2003.
·
Pada tahun 2004, pasar
saham Sony Ericsson meningkat dari 5,6 persen pada kuartal pertama hingga 7
persen di kuartal kedua. Pada bulan Juli 2004, Sony Ericsson memperkenalkan
P910 communicator dengan thumb board terintegrasi, dukungan e-mail, slot memori
tambahan dan peningkatan kinerja layar.
·
Bulan Februari 2005,
Presiden Sony Ericsson Miles Flint mengumumkan di 3GSM World Congress bahwa
Sony Ericsson akan menyingkap ponsel pemutar musik digital pada bulan
berikutnya dengan istilah WALKMAN dan mendukung banyak format file musik.
·
Pada tanggal 1 Maret
2005, Sony Ericsson memperkenalkan K750i dengan kamera 2 megapiksel, W800i
sebagai ponsel WALKMAN pertama yang sangat sukses di pasaran dan 2 posel baru
lainnya.
·
Pada 1 Mei 2005, Sony
Ericsson setuju untuk menjadi sponsor global WTA Tour dengan kontrak senilai 88
juta dolar AS lebih dari 6 tahun. The Women's Pro Tennis diubah namanya menjadi
Sony Ericsson WTA Tour.
·
Pada 7 Juni, Sony
Ericsson mengumumkan sponsor di India Barat, Chris Gayle dan Ramnaresh Sarwan.
·
Pada bulan Oktober
2005, Sony Ericsson merilis ponsel pertama bersistem operasi Symbian UIQ 3
yaitu P990.
·
Pada tanggal 2 Januari
2007, Sony Ericsson mengumumkan di Stockholm yang akan memiliki beberapa ponsel
yang diproduksi di India. Ia mengumumkan bahwa dua mitra outsourcing, Lextronic
dan Foxconn akan menghasilkan 10 juta per tahun cellphones sampai tahun 2009.
CEO Miles Flint mengumumkan di konferensi pers yang diadakan dengan India
menteri komunikasi Dayanidhi Maran di Chennai India yang merupakan salah satu
pasar dengan pertumbuhan paling cepat di dunia dan prioritas untuk pasar Sony
Ericsson dengan 105 juta pengguna telepon selular GSM.
·
Pada tanggal 15 Oktober
2007, Sony Ericsson mengumumkan pada Symbian Smartphone Show bahwa mereka akan
menjual setengah dari UIQ berbagi untuk Motorola.
·
Tahun 2007 diumukan
CyberShot pertama kamera 5 megapixel Sony Ericsson, K850, yang sangat sukses di
pasaran. Mereka juga mengumumkan C905 yang akan diluncurkan kuartal 4 2008. C905 sangat penting
karena merupakan ponsel 8
megapiksel pertama di dunia yang diumukan.
D. Akhir dari Perjalanan
Sony Ericsson
Sony membeli 50 persen
saham yang dimiliki Ericsson dalam usaha patungan Sony Ericsson tanggal 16
Februari 2012. Lewat pembelian tersebut, Sony resmi "bercerai" dengan
Ericsson dalam bidang pengembangan ponsel.
Meski berpisah,
"perceraian" ini sepertinya membuka jalan bagi Sony untuk lebih fokus
mengembangkan produknya. Beberapa petinggi Sony bahkan menganggap perpisahan ini
suatu kesempatan yang menguntungkan. Hal ini terlihat dari komentar -komentar para petinggi Sony dalam
rangkaian acara Mobile World Congress di Barcelona.
Pada konferensi pers
hari Minggu (26/2/2012), Executive Deputy President, President dan CEO Sony Corporation
yang baru, Kazuo Hirai, menekankan bahwa pesan yang dia bawa ke Barcelona
adalah bahwa Sony kembali ke bisnis telepon. Hirai mengatakan bahwa Sony Mobile
Communications akan diintegrasikan dalam Sony secara keseluruhan.
"Sony Mobile
Communications perlu berjalan bersama Sony Corp. Meski ini barangkali sebuah
entitas perusahaan yang terpisah, namun dalam operasi dan kerja sama akan
dilakukan secara erat dan terbuka sebagai satu organisasi," katanya.
Sementara, pada
kesempatan yang sama, Presiden dan CEO Sony Mobile Communications, Bert
Nordberg, menyambut para tamu dengan mengatakan bahwa ini adalah pertama
kalinya konferensi pers sebagai Sony Mobile Communications.
"Akuisisi dari
Sony Ericsson telah selesai 10 hari yang lalu, dan saat ini kami merupakan 100
persen bagian dari Sony, ujarnya. "Dan malam ini kami akan memulai halaman
baru untuk perusahaan kami yang akan menginspirasi konsumen dan menguntungkan
pelanggan kami di seluruh dunia."
Baik Hirai maupun
Nordberg sepakat bahwa Sony Ericsson mengalami kesulitan karena merupakan mitra
yang setara. Kondisi itu memperlambat pengambilan keputusan dan berujung pada
lambatnya produk sampai ke pasar.
"50:50 terbukti
bermasalah. Saya tidak akan
mengambil pekerjaan 50:50 lagi," kata Nordberg.
Yang menjadi prioritas
saat ini, menurut Hirai adalah memiliki portofolio produk dan bekerja sama
dengan operator untuk memastikan produk Sony "sampai ke tangan pengguna
secepat mungkin."
Kembalinya Sony Mobile
ke pangkuan Sony Corp juga disambut layaknya kembalinya seorang anak yang
hilang.
Dalam pidato Kazuo
Hirai mengatakan, "Seperti sudah disampaikan oleh Bert, bahwa per tanggal
15 Februari, Sony Mobile Communications telah menjadi 100 persen anak
perusahaan dari Sony dan saya ingin menyambut mereka sebagai pemain penting
dalam tim “One Sony”.
Dalam produk-produk
baru Sony Mobile yang diluncurkan, yakni Xperia seri S, P, dan U, nama yang
tertera adalah Sony make.believe. Namun logo bulatan serupa yin dan yang yang
dulu dipakai Sony Ericsson masih ditemukan di bagian belakang ponsel. Meski
begitu, beberapa sumber menyebutkan bahwa logo itu mungkin tidak akan dipakai
lagi di masa mendatang.
E.
Strategi pemasaran Sony Corporation
Di dalam pemasaran sony
corporation ada hal yang selalu di perhatikan, yaitu :
-
Place (tempat) dimana
kita akan memasarkan produk yang harus mengetahui dimana tempat yang
strategis.
-
Price (harga) dalam
hal ini, harga juga sangat berpengaruh dengan produk yang akan kita pasarkan di
dalam sebuah pasar, baik itu pasar global maupun bukan pasar global..
-
Product (produk) Dalam
kesempatan ini produk yang akan kita launchingkan di pasaran harus sudah
selesai standar yang terbaik dalam fungsi pemakainya.
-
Promotion (promosi) di
dalam hal ini, promosi untuk sebuah produk yang akan dipasarkan di pasar harus
lah sangattepat dan bisa berguna serta menarik minat konsumen.
Produk :
Sony memiliki berbagai produk mulai dari perangkat elektronik, hiburan dan
games. Keputusan produk biasanya mendasarkan pada nama merek, Fungsi, Styling,
Kualitas, Keselamatan, Packaging, Perbaikan dan Dukungan, Garansi, aksesoris
dan Jasa. pelanggan selalu mencari hal-hal baru, pemasar harus meningkatkan
produk yang sudah ada, mengembangkan yang baru, dan mengganti model lama yang
tidak lagi diperlukan atau diinginkan oleh customer.
Sebagai
contoh dalam home video sony menawarkan kreasi baru yaitu format penyimpanan
data yang disebut Blue- ray, Dalam kategori ini , Sony sudah termasuk sistem
home video dan aksesoris yang dapat memungkinkan pengguna untuk merekam
berbagai program TV favorit.
Promosi:
Sony India akan menghabiskan Rs 200 crore pada tahun keuangan ini untuk iklan
dan promosi. nsur-unsur utama dari bauran promosi meliputi periklanan ,
personal selling , promosi penjualan , pemasaran langsung , dan publisitas .
Sony Corporation telah menggunakan seluruh elemen bauran komunikasi pemasaran
ini. Sebagai contoh Sony mengiklankan produknya dengan menargetkan
program-program televisi yang menguntungkan , seperti olahraga , seri dan juga
memiliki saluran sendiri disebut saluran TV Sony , Sony juga telah
mengiklankan game seperti Playstation 3 , Playstation 2 dan PSP menggunakan
media olahraga seperti sepak bola di liga Inggris premier .
Harga:
Sony menjadi perusahaan yang menekankan kualitas produk, ia cenderung untuk
menjual produknya dengan kisaran harga dari cukup tinggi, tergantung pada
penggunaan dan pelanggan sasaran . Misalnya Sony laptop VAIO FW. Laptop ini
dirancang untuk pengusaha dan harganya sekitar Rs . 75.000. sedangkan VAIO TZ, lebih kepada gaya hidup
elit ,laptop ini dikembangkan oleh Sony untuk kalangan eksekutif dan pebisnis
dengan harga harga itu menjadi antara Rs . 115.000
Tempat:
Sony mendistribusikan produknya di berbagai saluran . Menggunakan saluran Zero-
tingkat , satu saluran tingkat dan saluran dua tingkat . Di India , Sony telah
menggunakan metode saluran distribusi satu tingkat . Ini berarti bahwa ,
pelanggan membeli produk Sony mereka dari pengecer diakui oleh Sony, dan
pengecer ini membeli produk langsung dari perusahaan itu sendiri .
F. Langkah perbaikan
Menyongsong outlook perekonomian yang
buruk di depan, Sony mengambil beberapa kebijakan strategis demi memperbaiki
kinerja finansialnya. Sony melakukan kajian terhadap rencana investasinya, dan
memutuskan beberapa perubahan. Pertama, Sony memangkas pengeluaran investasinya
dengan cara outsourcing manufaktur sensor image CMOS yang digunakan pada
ponsel. Kemudian, Sony juga menunda ekspansi pabriknya di Slovakia. Sony
rencananya juga akan memangkas produksi pada dua pabrik, salah satunya adalah
Sony Dax Technology Center di Prancis, yang memproduksi tape dan media rekaman
lainnya. Salah satu opsi penting yang perlu dipertimbangkan oleh Sony adalah
memangkas harga beberapa produknya serta perlu untuk lebih berinovasi
Perusahaan sony mempunyai peluang yang cukup
besar dalam bidang global. Di dalam dunia bisnis perusahaan harus mampu
menganalisa ancaman / konflik apa yang akan terjadi di dalam perusahaan
tersebut. Masalah mungkin akanada di dalam perusahaan, dimana masalah itu dapat
menurunkan produksi perusahaan, namun dengan manajemen yang baik dari
perusahaan sony, masalah itu dapat menjadi sebuah pembaharuan.
BAB IV
KESIMPULAN
Akuisisi adalah pengambil-alihan (take over) sebuah perusahaan
dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli
tetap ada. Tujuan akuisisi adalah untuk memaksimalkan sumber dayanya untuk
kepentingan perusahaan utama. Untuk mengakuisisi perusahaan diperlukan
perencanaan yang matang agar strategi bisnis dan strategi managemen dapat
terlaksana. Dan di dalam Kasus Sony mengakuisisi Sony Ericsson merupakan
keputusan yang tepat sehingga kedua belah pihak dapat memaksimalkan sumber
dayanya untuk mendapatkan laba yang meningkat dari tahun sebelumnya.
DAFTAR
PUSTAKA
http://ndarucahya.blogspot.co.id/2015/01/makalah-joint-venture-sony-ericsson.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar